Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polisi gagalkan penyelundupan emas dari Pegaf ke Makassar

Papua
Empat tersangka dalam sindikat tambang emas ilegal di kabupaten Pegaf bersama barang bukti 1,6 kilo gram emas. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Direktorat reserse Kriminal Khusus Polda Papua Barat, melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap empat orang yang diduga terlibat langsung dalam sindikat penambangan emas tanpa izin (illegal mining) di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.

Dari tangan empat tersangka, Polisi menyita 1,6 kilogram emas dan uang tunai ratusan juta rupiah.

Direktur reserse kriminal khusus Polda Papua Barat, AKBP Romilus Tamtelahitu, mengatakan, penangkapan terhadap empat orang berinsial AG, AP, AM dan RS pada  tanggal 1 Juni 2020 di dua tempat berbeda yaitu di kabupaten Manokwari dan kabupaten Pegunungan Arfak.

Polisi gagalkan penyelundupan emas dari Pegaf ke Makassar 1 i Papua

Selanjutnya mereka ditetapkan sebagai tersangka setelah melewati pemeriksaan awal dan terpenuhinya dua alat bukti.

“Tersangka AG dan AM berperan sebagai pengepul yang berlokasi di Manokwari, sedangkan tersangka PS dan AP berperan sebagai koordinator lapangan yang tugasnya mengumpulkan emas dari para penambang di Distrik Catubouw dan Distrik Minyambouw kabupaten Pegunungan Arfak,” ujar Romilus dalam konferensi pers di kantor Polda Papua Barat, Rabu (24/6/2020).

Selain keempat tersangka, Polisi juga sedang memburu dua pemodal utama yang memodali kegiatan penambangan emas tanpa izin di kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf). Keduanya  berinisial FG dan AS berlokasi di Makassar Sulsel. Keduanya  telah ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Selain mengejar dua pemodal, kami juga masih kembangkan untuk mengungkap pihak lain yang  turut serta dalam kegiatan penambangan emas tanpa izin ini. Karena hasil penambangan emas tanpa izin di Pegunungan Arfak, diterbangkan ke Makassar melalui cargo Pesawat Udara di bandar udara Rendani Manokwari,” katanya.

Loading...
;

Romilus menambahkan, barang bukti emas hasil penambangan ilegal  yang berhasil disita seberat 1,6 kilogram. Jika dikonversikan ke dalam nilai jual rupiah, 1,6 kilogram emas diperoleh nilai sebesar Rp1,2 miliar.

Keempat tersangka, saat ini berada di rumah tahanan Polda Papua  Barat, dan disangkakan pasal 161 dan 158 UU Nomor 4 Tahun 2009 dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

“Pengungkapan sindikat penambangan emas ilegal ini merupakan keseriusan Ditreskrimsus Polda Papua Barat, dalam menjawab komitmen Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing dalam pemberantasan penambangan emas ilegal yang juga berkaitan dengan pengerusakan lingkungan di wilayah hukum Polda Papua Barat,” kata Romilus.

Sementara, Bupati kabupaten Pegunungan Arfak, Yosias Saroy yang dikonfirmasi Jubi terkait pengawasan sumberdaya alam di wilayah kabupaten Pegunungan Arfak, belum memberikan respons hingga berita ini ditayangkan. (*)

Editor: Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top