Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polisi intimidasi jurnalis saat liput rencana aksi buruh

Papua
Ilustrasi tindak kekerasan - Pixabay.com.
Polisi intimidasi jurnalis saat liput rencana aksi buruh 1 i Papua
Ilustrasi kekerasan, pixabay.com

Saat merekam polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa buruh

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Beberapa wartawan televisi, cetak maupun daring diintimidasi aparat kepolisian saat meliput persipan para buruh yang akan berunjuk rasa di depan gedung parlemen saat sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Jakarta, Jumat.

Polisi intimidasi jurnalis saat liput rencana aksi buruh 2 i Papua

Pantauan Antara menunjukan beberapa jurnalis terintimidasi oleh polisi dari Polda Metro Jaya, salah satunya jurnalis dari SCTV saat merekam video menggunakan ponselnya, di pukul oleh personel polisi sehingga terpental jatuh di depan Stasiun TVRI. Begitu pula dengan jurnalis dari Vivanews, saat merekam polisi membubarkan paksa pengunjuk rasa buruh menggunakan ponselnya.

Baca juga :  Organisasi pers di Papua minta kasus intimidasi jurnalis di wamena diusut

KAPOLDA PAPUA MINTA MAAF KASUS INTIMIDASI JURNALIS TV

DEMO DI UNCEN, 9 ORANG DITANGKAP DAN SEORANG JURNALIS DIINTIMIDASI POLISI

Loading...
;

Ketika mengambil video, tiba-tiba seorang anggota meminta video atau foto untuk dihapus, kalau tidak akan dibawa ke mobil. Padahal, Ia sudah menjelaskan dia adalah wartawan.

“Hapus video tadi, kalau enggak saya bawa ke mobil,” kata Jurnalis Viva yang menirukan anggota polisi berbaju putih dengan emosi.

Selain itu jurnalis foto Bisnis Indonesia, Nurul Hidayat juga perlakukan yang sama, ketika sedang mengabadikan para buruh yang diamankan ke dalam mobil tahanan oleh polisi, hasil gambar yang berhasil diambil diminta polisi untuk dihapus.

“Ketika motret para buruh yang dibawa masuk ke mobil tahanan, tiba tiba petugas ada yang turun suruh hapus foto tersebut. Sempat adu mulut, saya mempertahankan foto, sampai akhirnya temannya datang. Dia bilang saya bawa juga,” kata Nurul.

Jurnalis foto dari Jawa Pos, Miftahul pun mendapatkan perlakukan yang lebih parah ketika mengabadikan para demonstran yang dibawa masuk ke dalam mobil tahanan di depan gedung TVRI.

“Baju saya ditarik, dihapus fotonya,” kata Miftahul.

Menurut dia, polisi minta agar  foto dan video dihapus dengan alasan menunggu siaran pers dari kepolisian.  Intimidasi Hal serupa juga dialami jurnalis Inews TV. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top