HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Polisi periksa saksi dugaan telantarkan pasien di RSUP M Djamil

Ilustrasi Malpratik, pixabay.com
Ilustrasi Malpratik, pixabay.com

Diduga ada pelanggaran Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, karena pihak rumah sakit yang dianggap lalai memberikan pelayanan kesehatan dan menyebabkan bayi mereka meninggal dunia.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Padang, Jubi – Kepolisian Daerah Sumatera Barat telah memeriksa tujuh orang terkait dugaan penelantaran pasien yang menyebabkan bayi pasangan Fery Hermansyah dan Rydha meninggal dunia pada akhir April lalu. Tujuh orang yang diperiksa adalah pihak keluarga dan RS Aisyah Pariaman.

“Penyidik saat ini mencoba mengurai kasus ini dari awal,” kata Kepala Bidang Humas Polda Sumbar,  Kombes Stefanus Satake Bayu Setianto, Kamis, (21/5/2020).

Baca juga : Rumah sakit ini gunakan layanan aplikasi android

Tambah 31 kasus, rumah sakit di Papua nyaris penuh

Layanan surat kesehatan di Kota Jayapura dihentikan sementara

Loading...
;

RS Aisyiah Pariaman merupakan fasilitas kesehatan yang didatangi orang tua korban, agar anak mereka mendapatkan pelayanan kesehatan. Rumah sakit itu merujuk ke RSUP M Djamil Padang dilengkapi dengan ambulans dan petugas medis.

“Ada lima orang dari RS Aisyiah yang dimintai keterangan mulai dari dokter kepala, perawat IGD, kepala ruangan, sopir ambulans, dan perawat yang mendampingi ke M Djamil Padang,” kata Bayu Setianto, menjelaskan.

Menurut bayu, penyidik masih menyelidiki terhadap persoalan penelantaran pasien. “Setelah ditemukan ada indikasi tindak pidana akan dilakukan penyidikan dan penetapan tersangka,” kata Bayu menambahkan.

Kasus itu ditangani oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Sumbar hingga saat ini keterangan dari pelapor yakni ibu bayi yang meninggal dan pihak RS Aisyah telah dikumpulkan

“Kami masih dalam tahap penyelidikan terkait laporan tersebut dan proses masih berjalan,” katanya.

Tecatat pasangan Fery Hermansyah dan Rydha didampingi penasihat hukumnya Yohannas Permana melaporkan pihak Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) M Djamil Padang ke Mapolda Sumbar pada Rabu (29/4/2020), sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka melaporkan dugaan kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit tersebut.

Mereka menduga ada pelanggaran Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, karena pihak rumah sakit yang dianggap lalai memberikan pelayanan kesehatan dan menyebabkan bayi mereka meninggal dunia.

Dalam Pasal 190 ayat 2 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dijelaskan, pimpinan fasilitas atau tenaga kesehatan yang melakukan praktik atau pekerjaan pada fasilitas pelayanan kesehatan dengan sengaja tidak memberikan pertolongan pertama terhadap pasien yang dalam keadaan gawat darurat yang mengakibatkan terjadinya kecacatan atau kematian, pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga kesehatan diancam pidana kurungan 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar. (*)

Editor : Edi Faisol

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa