Polisi: Raja Cycloop Disergap Warga, Pangdam: Tak ada Raja Cycloop

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Hinsa Siburian - Jubi/Doc
Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Hinsa Siburian – Jubi/Doc

Jayapura, Jubi – Kepolisian Daerah (Polda) Papua menyatakan, sedikitnya 80 orang warga Kampung Yongsu, Kabupaten Jayapura dipimpin kepala kampung, Wilson Sorondaya menyergap dan menangkap Adrianus Apeseray yang selama ini dikenal dengan sebutan Raja Cycloop bersama Oktavianus Apeseray (wakil Raja Cycloop), Sabtu (19/9/2015).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Papua, Komisaris Besar (Pol), Patrige Renwarin mengatakan, belum diketahui pasti alasan warga melakukan penyergapan itu. Namun dari aksi itu sejumlah barang bukti diamankan warga yakni dua pucuk senjata laras panjang rakitan, dua magazen SS1, 37 butir amunisi FN, 32 butir amunisi 7,62 mili meter (Geren), 13 butir amunisi M 16, 19 butir amunisi SS1, lima butir butir amunisi T2 (Polri), lima butir amunisi 7 milimeter, enam buah bom rakitan.

“Pukul 14.00 WIT, kepala kampung beserta beberapa warga menuju Kodam XVII/Cenderawasih menyerahkan Raja Cycloop dan barang bukti,” kata Kombes (Pol) Patrige, Senin (21/9/2015).

Sementara Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Mayor Jenderal (TNI) Hinsa Siburian menyatakan, tak ada penyerahan orang yang disebut – sebut Raja Cycloop ke pihak TNI.

“Jangan diistilahkan Raja Cycloop. Bukan menyerahkan. Masyarakat dapat senjata dan amunisi kemudian diserahkan di Kodim 1701/Jayapura. Tak ada penangkapan,” kata Pangdam di Polda Papua, Senin (21/9/2015) siang.

“Kalau ada penangkapan orang tidak mungkin kami yang tahan. Itu polisi. Masyarakat yang serahkan ke kami. Makanya saya bilang, kalau ada orang tak mungkin kami tahan orang. Diserahkan ke polisi. Sekarang ada tidak di polisi. Tidak ada. Mereka hanya menyerahkan saja,” ucapnya lagi.

Di tempat yang sama Danrem 172 PWY Jayapura, Kolonel (Inf) Sugiyono mengatakan, senjata yang diserahkan warga yaitu tiga pucuk laras panjang rakitan, dan ratusan amunisi.

Loading...
;

“Untuk hitungannya saya tidak bisa pastikan, jenis M16 kaliber 5,56 mm. Saya tidak tahu masyarakat dapat dimana. Mungkin saja karena mereka merasa itu bukan hak mereka sehingga diserahkan ke aparat. Itu saja intinya. Senjata ada di Kodim. Senjata itu diterima Dandim,” kata Danrem.

Beberapa jam sebelumnya, Kantor Berita Antara mempublikasikan pernyataan Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Letkol (Inf) Teguh PR yang menyebut, Adrianus Apaseray atau Raja Cycloop, Minggu (20/9/2015) sekitar pukul 18.00 WIT menyerahkan diri ke Kodim 1701/Jayapura.

“Adrianus menyerahkan diri bersama seorang pengikutnya bernama Oktavianus Apaseray, wakil Raja Cycloop,” katanya seperti ditulis Antara.

Menurutnya, penyerahan diri Raja Cyloop dan seorang pengikutnya itu didampingi oleh Wilson Sorondaya, kepala Kampung Yongsu Separi berserta sejumlah barang bukti.

“Barang bukti yang diserahkan oleh Raja Cycloop adalah dua pucuk senjata laras panjang rakitan, dua magazen SS 1, 58 butir amunisi kaliber 9 mm, 33 butir amunisi kaliber 7,62 dan 32 butir amunisi kaliber 5,56 mm,” ucapnya.

Kelompok Raja Cycloop, kata Teguh, merupakan kelompok bersenjata yang selama ini sering melakukan teror terhadap masyarakat di Kampung Yongsu Separi. (Arjuna Pademme)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top