HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Polisi represif terhadap massa aksi peringatan Trikora di Kota Semarang

Ilustrasi demonstrasi, pixabay.com
Ilustrasi demonstrasi, pixabay.com

Mahasiswa kena pukul sehingga  menyebabkan tanganya membengkak. Selain itu ada peserta aksi lain luka di telinga dan kaki hingga  berdarah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Semarang, Jubi – Aparat kepolisian bertindak represif terhadap massa aksi dari Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) dan Front Rakyat Indonesia untuk West Papua (FRI-WP), saat menggelar demonstrasi peringatan Trikora di Kota Semarang, Kamis, (19/12/2019) siang tadi.

Massa yang sebelumnya longmarch dan berorasi keliling kawasan Simpang Lima Kota Semarang menuju Polda Jateng sempat berdebat dengan aparat pihak kepolisian.

“Kami tidak diizinkan jika aksi ada poster dan simbol Bintang Kejora. Polisi berusaha menarik poster tapi kawan-kawan tetap ngotot untuk melanjutkan aksi,” kata Koordinator aksi mahasiswa, Felix Mangai.

Baca juga : AMP Semarang : Trikora 19 Desember 1961 ilegal Peringati Trikora, ini tuntutan mahasiswa Papua di Jawa

Protes Hari Trikora, 405 orang ditangkap di empat wilayah Papua

Loading...
;

Menurut Mangai pukul 12.31 aksi berakhir dengan  pembacaan pernyataan sikap oleh korlap. Namun selesai pembacaan,  aparat polisi menghampiri massa aksi. “Tapi kawan-kawan mengatakan bahwa aksi kami telah selesai dan kami ingin pulang,”Mangai menambahkan.

Tiba-tiba di tengah jalan terjadi rusuh  karena massa aksi dikepung aparat kepolisian dengan cara melingkari peserta aksi. Polisi juga mengambil poster dan topi dari  demonstran yang ada simbol bintang kejora.

Saat situasi masih belum normal,  peserta aksi berhamburan, dalam situasi seperti itu tiba-tiba pihak intel kepolisian menarik baju salah satu peserta aksi dan mencekik lehernya. Salah satu peserta yang dicekik itu berontak berusaha melepaskan bajunya. Namun polisi juga memukul kawan tepat di area mata.

“Menyebabkan matanya memudar, berkunang-kunang. Saat mengetahui kawan ditarik oleh intel,  kawan lain membantu  untuk menarik kawan  dari cengkraman polisi,” kata mangai menjelaskan.

Polisi juga memukul peserta aksi lain yang membantu melepaskan cekikan polisi. Mereka kena pukul sehingga  menyebabkan tangannya membengkak. “Selain itu ada peserta aksi lain luka di telinga dan kaki hingga  berdarah,” katanya. (*)

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa