Follow our news chanel

Previous
Next

Polisi sebut 23 kasus konflik bersenjata di Papua selama 2019

Ilustrasi senjata api - Jubi/Dok.
Polisi sebut 23 kasus konflik bersenjata di Papua selama 2019 1 i Papua
Ilustrasi senjata api – Jubi/Dok.

Dalam kasus tersebut terdapat korban dari TNI dan Polri serta masyarakat.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi– Polda Papua mencatat ada sebanyak 23 kasus konflik bersenjata yang terjadi di Polres Puncak Jaya, Polres Jayawijaya, Polres Mimika dan Polres Paniai selama tahun 2019. Dalam kasus tersebut terdapat korban dari TNI dan Polri serta masyarakat.

“Dengan rincian dari anggota TNI dan  Polri sebanyak 10 orang meninggal dunia dan masyarakat yang meninggal dunia sebanyak 10 orang,” kata Kapolda Papua, Irjen Paulus Waterpauw, dalam siaran pers, Sabtu, (29/12/2019).

Baca juga : Pasukan gabungan TNI-Polri dan kelompok bersenjata baku tembak di Intan Jaya

Ada kelompok bersenjata di Papua memiliki persenjataan paling kuat

Lukas Enembe: Amankan rakyat dan tangkap kelompok bersenjata di Nduga

Loading...
;

Sedangkan penanganan kriminalitas, seperti kejahatan konvensional yang ditangani Polda Papua selama tahun 2019 sebanyak 3.203 kasus atau meningkat 35 persen dibandingkan tahun 2018 yang sebanyak 2.372 kasus.

“Ada beberapa kasus kejahatan konvensional menonjol selama 2019 yaitu pencurian kendaraan bermotor terjadi sebanyak 1.667 kasus atau naik 23 persen dibanding tahun 2018,” kata Waterpauw, menambahkan.

Kasus penganiayaan dengan pemberatan selama 2019 juga terjadi sebanyak 65 kasus atau turun 70 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kasus pencurian berat selama tahun ini terjadi sebanyak 497 kasus atau meningkat 147 persen dibanding data 2018.

Kejahatan transnasional selama 2019 ada sebanyak 275 kasus atau naik 7 persen dari jumlah kejahatan transnasional tahun 2018 “Ada dua kasus kejahatan transnasional menonjol yang ditangani Polda Papua yakni kejahatan siber dan tindak pidana narkoba,” kata Waterpauw, menjelaskan.

Polda Papua juga menyebutkan kasus kejahatan kekayaan negara selama 2019 ada sebanyak 91 kasus atau turun 10 persen dari data tahun sebelumnya. Menurut dia, ada empat kasus kejahatan kekayaan negara menonjol yang tangani Polda Papua yakni penebangan hutan ilegal, penangkapan ikan ilegal, pencucian uang dan korupsi. Tercatat selama tahun 2019, Polda Papua telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar lebih dari Rp7,2 miliar.

Sedangkan kejahatan berimplikasi kontijensi selama tahun 2019 terjadi sebanyak 87 konflik. Jumlah tersebut berkurang 33 konflik atau turun 27,5 persen jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 120 konflik.

Paulus menjelaskan salah satu kejadian yang menonjol yang terjadi yakni kasus perusakan dan penganiayaan oleh Jafar Umar Thalib bersama santrinya yang terjadi pada Rabu, 27 Februari 2019 subuh di Jalan Protokol, samping Masjid Al Muhajirin, Koya Barat Distrik Muara Tami, Jayapura, Papua.

“Polda Papua telah melaksanakan program prioritas Kapolri untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat demi terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” katanya.

Waterpauw memprediksi gangguan Kamtibmas Tahun 2020 diperkirakan masih ada terkait dengan adanya mahasiswa eksodus yang belum kembali ke kota studi masing-masing, serta agenda Pilkada tahun 2020 dan agenda PON tahun 2020. (*)

Editor  : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top