Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polisi sebut penangkapan WNA dan dua warga terkait transaksi amunisi

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Wamena, Jubi – Akhir pekan lalu, seorang warga negara asing berinisial JF, ditangkap oleh Polres Jayawijaya bersama dua orang warga di Wamena. Mereka diduga terkait aktivitas jual beli amunisi.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba mengatakan, WNA tersebut dihubungi oleh seorang warga berinisial YS di Jayapura untuk datang ke Wamena. YS disebut berperan sebagai guide pemandu wisata. Dia didampingi seorang lainnya berinisial E.

Polisi sebut penangkapan WNA dan dua warga terkait transaksi amunisi 1 i Papua

“Ternyata yang mendampingi itu punya relasi membawa amunisi sebanyak 100 butir lebih dan direncanakan dibawa ke Ilaga, Kabupaten Puncak, dan pada waktu itu utusan dari kelompok kelompok bersenjata sudah ada di Wamena dan siap untuk transaksi,” kata Reba kepada wartawan di Mapolres, Rabu (29/8/2018).

Ia menjelaskan, pada Sabtu (25/8/2018) mulanya mereka tertangkap pada saat hendak berkunjung ke danau Habema. Saat melewati pos TNI Napua, Jayawijaya, ketiganya diperiksa. JF sempat dibawa dan diperiksa di Polres Jayawijaya. Namun akhirnya dia dilepas dan kembali ke hotel tempat dia menginap.

Namun keesokan harinya , Minggu ( 26/8/2018) JF tertangkap karena diduga melakukan kontak dengan dua warga yang diduga hendak transaksi amunisi.

“Setelah diamankan pelaku serta sita barang–barang bukti, WNA itu telah kita kirim ke Polda Papua dan masih dalam tahap pemeriksaaan. Untuk kedua tersangka yang membawa dan menyimpan amunisi itu sementara masih dalam proses, satu orang pelaku ini menerima penitipan senjata dan amunisi yang pemiliknya juga sudah ditangkap,” katanya.

Loading...
;

Yan Reba juga baru menduga, WNA berkebangsaan Polandia itu merupakan seorang jurnalis asing yang hendak mewancarai transaksi penjualan senjata dan amunisi kepada kelompok bersenjata.

“Mungkin dia profesi sebagai jurnalis asing, dia akan membuat suatu pemberitaan tentang adanya kegiatan transaksi itu. Sekarang, semua pelaku sudah diserahkan ke Polda,” ujarnya.

Kapolda Papua, Irjen Pol Martuani Sormin Siregar saat berkunjung ke Wamena, Selasa (28/8/2018) mengatakan, terkait dengan penangkapan WNA itu, masih dalam tahap pemeriksaan.

“Saya belum bisa jelaskan, informasinya sedang diperiksa di Polda Papua, jika sudah ada alat-alat bukti nanti kita akan berikan keterangan resmi khusus masalah ini,” katanya.

Menurutnya, saat ini yang bersangkutan dan sejumlah masyarakat yang bersama WNA tersebut sedang dalam tahap pemeriksaan, mengambil keterangan, mencocokkan keterangan yang bersangkutan, dan saksi-saksi lain.

“Dugaan, saya belum bisa bicara yang pasti akan kita dalami dan kita akan berikan keterangan resmi khusus untuk warga negara asing ini,” ujar dia.

KNPB tegaskan tidak terlibat

Sementara itu, Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Baliem menanggapi peristiwa itu. Organisasi ini menegaskan pihaknya sama sekali tidak terlibat.

Yernias W Kabak selaku juru bicara umum KNPB wilayah Baliem didampingi sekretarisnya, Gerson Tebay menegaskan tidak terlibat dengan dugaan aktivitas jual beli amunisi itu.

“Isu yang keluarkan bersama-sama dengan militan KNPB wilayah Baliem itu tipu, KNPB tidak diijinkan untuk membuat sesuatu untuk seperti itu, sehingga berita bahwa KNPB terlibat tidak benar,” kata Yernias Kabak.

Menurutnya, KNPB sebagai media rakyat sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan penangkapan itu, apalagi disebutkan adanya transaksi jual beli amunisi.

“KNPB tidak pernah dilatih untuk tembak menembak atau bahkan lobi-lobi senjata, kami hanya sebagai media di lapangan,” ujar dia. (*)

 

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top