Follow our news chanel

Previous
Next

Polisi selidiki dugaan pemerasan dan pelecehan saat rapid test di Bandara Soetta

Ada dua laporan baru yang diluncurkan pada 30 Juli mengungkapkan gentingnya isu KDRT, kekerasan seksual, kekerasan terhadap anak-anak, dan pelecehan seksual terhadap anak-anak di Pasifik dan Timor-Leste. - PINA

CNN Indonesia

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Polisi sedang menyelidiki kasus dugaan pemerasan dan pelecehan terhadap seorang penumpang perempuan berinisial LHI saat pemeriksaan rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta).  “Penyelidikan akan tetap dilakukan oleh penyelidik Satuan Reskrim Polresta Bandara Soetta,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta AKP Alexander Yurikho, Jumat (18/9/2020).

Menurut Alexander, sampai saat ini belum menerima laporan resmi terkait peristiwa itu. Ia berharap korban yang merasa dirugikan dalam peristiwa itu segera membuat laporan agar bisa membantu proses penyelidikan menjadi lebih mudah.

“Lebih memudahkan proses penegakan hukum jika yang merasa menjadi korban membuat laporan secara resmi,”  kata Alexander menambahkan.

Sebelumnya LHI membagikan cerita terkait dugaan pemerasan dan pelecehan seksual saat menjalani pemeriksaan rapid test di Bandara Soetta melalui akun twitter @listongs. Dalam ciutanya, korban yang awalnya mau tes rapid di Bandara Soetta Minggu kemarin, membayar Rp150 ribu hasilnya reaktif.  Namun salah satu dokter menawarkan untuk rapid lagi dengan menjanjikan hasil non-reaktif

“Jadi tuh awalnya saya mau tes rapid di Bandara Soetta Minggu kemarin, saya mau ke Nias,” kata LHI.

Loading...
;

Baca juga : Polri tetapkan Kadis Kehutanan Papua tersangka pemerasan 

Tersangka pemeras warga ini bakal disidang di Pengadilan Tipikor 

Danlantamal XI Merauke janji tindak tegas oknum anggotanya jika terbukti memeras

Namun salah satu dokter berinisial EFY memaksanya untuk kembali menjalani pemeriksaan, serta meyakinkan bahwa kondisi korban sebenarnya tidak berbahaya. Dia akhirnya menuruti namun dokter itu meminta sejumlah uang imbalan. Akhirnya disepakati upah sebesar Rp1,4 juta.

Tak hanya itu, korban juga mengaku sempat mendapat tindak pelecehan seksual dari dokter tersebut. Korban mengaku sudah melaporkan peristiwa itu ke pihak Angkasa Pura dan mengisi form laporan di IDI. Namun, dia belum mendapat respons. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top