Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polisi sita ribuan masker diduga aksi penimbunan

Ilustrasi pengguna masker - Pexels.com.
Polisi sita ribuan masker diduga aksi penimbunan 1 i Papua
Masker – Jubi/Tirto.ID

 

Mobil beserta barang bukti masker dibawa ke Mapolres Madiun Kota untuk diperiksa lebih lanjut.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Polisi sita ribuan masker diduga aksi penimbunan 2 i Papua

Madiun, Jubi – Petugas Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, Jawa Timur, menyita sekitar 1.200 masker yang dikemas dalam sejumlah kardus. Masker itu diduga hasil penimbunan dan akan dijual lagi oleh pelaku dengan harga tinggi untuk mendapatkan keuntungan.

“Masker-masker tersebut disita dari dua orang, yakni BP warga Ngawi dan PR warga Bojonegoro,” kata Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun Kota, Iptu Fatah Meilana, Selasa, (17/5/2020) kemarin.

Baca juga : Dinkes Kota Jayapura: Masker dan antiseptik tersedia di puskesmas

Tidak semua jenis masker efektif cegah penyebaran penyakit

Loading...
;

Harga masker di Kota Sorong sempat naik, ini kata polisi

Fatah menyatakan masih mendalami kasus itu dengan meminta keterangan dari dua pelaku yang menjual masker secara online atau daring.

Menurut Fatah, dugaan menimbun masker tersebut diketahui petugas Satuan Reskrim saat patroli dan mencurigai mobil Toyota Avanza berwarna putih bernomor kendaraan S-1808-AN yang terparkir di belakang salah satu gerai makanan siap saji di Jalan Panglima Sudirman, Kota Madiun pada Senin (16/3/2020).

“Saat diperiksa di dalam mobil tersebut terdapat sejumlah kardus besar yang berisi ribuan masker,”kata fatah.

Mobil beserta barang bukti masker dibawa ke Mapolres Madiun Kota untuk diperiksa lebih lanjut. Sedangkan patroli yang dilakukan tersebut berkaitan dengan langkanya masker dan cairan pencuci tangan atau hand sanitizer di sejumlah apotek Madiun sejak wabah Corona merebak.

Diduga para pelaku memanfaatkan kondisi tingginya kebutuhan masker di saat marak wabah global Virus Corona. “Kami juga akan menelisik asal-usul masker yang dimiliki pelaku,” katanya.

Menurut Fatah, jika terbukti bersalah, kedua pelaku akan dijerat dengan pasal 196 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan. Dalam pasal 107 UU Perdagangan menyebutkan akan mengancam penimbun dengan hukuman penjara lima tahun atau denda Rp50 miliar. (*)

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top