Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Polisi tak hadiri sidang perdana praperadilan yang diajukan DPO di Biak

Suasana sidang perdana permohonan praperadilan yang diajukan tersangka Edward Rumbiak – Jubi/Dok Pernasihat Hukum

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Polsek Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor tidak hadir dalam sidang perdana permohonan praperadilan digelar di Pengadilan Negeri Biak, Senin (9/12/2019).

Permohonan praperadilan tersebut diajukan warga bernama Edward Rumbiak (48), lantaran menilai penatapan dirinya masuk daftar pencarian orang atau DPO oleh Polsek Biak Kota beberapa waktu lalu tak prosedural.

Penasihat hukum pemohon, Imanuel Rumayom, mengatakan dalam sidang permohonan praperadilan yang dipimpin hakim tunggal, Muslim M Ash Sidiqi, pihak termohon tak hadir dengan alasan belum ada surat tugas, surat kuasa, dan dokumen lain yang dibutuhkan. Tidak hadirnya termohon membuat majelis hakim menunda sidang. Sidang dijadwalkan kembali digelar pada 15 Januari 2020 mendatang.

“Masyarakat kecewa dengan ketidakhadiran polisi ini. Kami menilai polisi tidak profesional dalam menghadapi permohonan praperadilan ini,” kata Imanuel Rumayom kepada Jubi melalui teleponnya, Senin (9/12/2019).

Menurutnya, Edward Rumbiak bersama dua orang lainnya merupakan saksi dalam kasus penganiyaan terhadap seorang warga Biak yang dilakukan terdakwa Septinus Rumbiak beberapa waktu lalu.

Akan tetapi, saat kasus Septinus Rumbiak dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Biak Numfor beberapa waktu lalu, Edward Rumbiak dinyatakan sebagai DPO. Padahal ia tak pernah ditetapkan sebagai tersangka.

Loading...
;

“Kami menilai ada yang tidak benar dalam penetapan DPO itu. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak pernah dijadikan tersangka ditetapkan sebagai DPO. Tak pernah ada surat perintah dimulainya penyidikan atau SPDP,” ujarnya.

Setelah pemohon dan pihak keluarganya protes menurut Imanuel Rumayon, barulah polisi menerbitkan SPDP.

“Ini kan rancu, seseorang ditetapkan sebagai DPO terlebih dahulu baru dilakukan penyidikan. Seakan kasusnya baru mau dimulai. Ini yang kami nilai catat hukum,” ucapnya.

Menurutnya, pascaditetapkan sebagai DPO, Edward Rumbiak seakan tak ada upaya dari kepolisian menangkap Edward Rumbiak. Padahal yang bersangkutan tak pernah meninggalkan Biak. Bahkan polisi sering bertemu dengan Edward Rumbiak.

Edward Rumbiak baru ditangkap beberapa hari lalu, setelah keluarga mempertanyakan penetapannya sebagai DPO ke Polsek Biak Kota dan penasihat hukum mendaftarkan permohonan praperadilan ke Kejaksaan Negeri

“Ia ditangkap setelah ada surat panggilan sebagai tersangka, selanjutnya diperiksa sebagai tersangka dan langsung ditahan,” katanya.

Sementara salah satu kerabat pemohon, Edu Rumbiak, menyatakan keluarga besar Rumbiak kecewa dengan ketidakhadirian polisi dalam sidang perdana tersebut.

Menurut kakak terdakwa Septinus Rumbiak itu, Polsek Biak Kota juga tak hadir saat sidang perdana praperadilan yang diajukan pihak Septinus Rumbiak beberapa waktu lalu.

“Pada sidang berikutnya pihak kepolisian hadir, akan tetapi permohonan praperadilan kami itu dinyatakan gugur karena pokok perkarannya sudah disidangkan,” kata Edu Rumbiak.

Ia khawatir permohonan praperadilan terhadap Polsek Biak Kota yang diajukan Edward Rumbiak, juga digugurkan seperti permohonan yang sebelumnya diajukan oleh terdakwa Septinus Rumbiak. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top