Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polisi tanggkap pelaku intoleransi di kota asal Presiden Jokowi

Papua, tersangka
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi –  Polisi menangkap pelaku intoleransi di kampung asal Presiden Jokowi, di Solo Jawa Tengah dalam kasus penyerangan kelompok yang dianggap beda keyakinan.  Tercatat ada lima pelaku yang ditetapkan menjadi tersangka penyerangan pada Selasa (11/8/2020) pekan lalu.

“Kami akan terus buru pelakunya, dan kita akan mendapat back up dari Mabes Polri untuk mengejar pelaku. Tidak ada ruang untuk kelompok intoleran di Jawa Tengah,” kata Kapolda Jateng Inspektur Jenderal Achmad Lutfi, Selasa, (11/10/2020).

Polisi tanggkap pelaku intoleransi di kota asal Presiden Jokowi 1 i Papua

Baca juga : GMKI – GAMKI kecam tindakan rasisme untuk mahasiswa Papua dan intoleransi UAS

20 sekolah di Solo Raya jadi percontohan sekolah toleran

FKUB minta JUT segera keluar dari Papua

Lutfi mengatakan kelima orang yang telah ditangkap berinisial BD, ML, RN, MM, dan MS. Sedangkan pelaku penyerangan lain masih diburu. Menurut Lutfi, para tersangka dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan 160 KUHP serta Pasal 335 KUHP Juncto Pasal 55 dan 56 KUHP tentang kekerasan terhadap orang di muka umum.

Loading...
;

Tercatat ratusan orang dari kelompok intoleran menyerang acara midodareni atau upacara malam sebelum ijab kabul di kediaman almarhum Assegaf bin Jufri, Kampung Mertodranan, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (8/8/2020) malam.

Akibatnya tiga anggota keluarga luka-luka. Tiga mobil dan dua sepeda motor milik keluarga korban juga rusak.

Kelompok itu telah mengepung tempat acara sejak sore pukul 17.00 WIB. Mereka menganggap kegiatan midodareni itu digelar penganut aliran Syiah. Sedangkan Polresta Surakarta sebenarnya telah menerjunkan tim untuk menenangkan massa. Bahkan polisi sempat negosiasi dengan massa agar segera bubar.

Namun upaya itu gagal, sehingga polisi berusaha mengevakuasi pihak yang menggelar acara. Namun, kelompok penyerang merangsek masuk dan memukul para korban yang menggelar acara midodareni.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo turut mendesak agar para pelaku penyerangan dapat segera ditangkap. Ia telah berkoordinasi dengan kepolisian terkait tindak lanjut pengusutan kasus tersebut.

“Kami sudah koordinasi dengan penegak hukum, Kapolda juga sudah menyampaikan tahapan yang sedang dilakukan. Saya dukung penuh penegakan hukum itu,” kata Ganjar.

Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara menyatakan telah berkoordinasi dengan Kapolresta Surakarta dan meminta aparat kepolisian bersikap tegas dalam penegakan hukum atas kejadian itu.

“Komnas HAM RI mendorong pihak kepolisian untuk mengungkap tuntas kejadian itu, menangkap seluruh pelaku lapangan dan memproses hukum aktor-aktor penggerak penyerangan,” kata Beka. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top