Follow our news chanel

Polisi tangkap jaringan perdagangan satwa langka

Ilustrasi penangkapan, pixabay.com
Polisi tangkap jaringan perdagangan satwa langka 1 i Papua
Ilustrasi penangkapan, pixabay.com

Penangakapan berawal dari informasi rencana transaksi satwa langka beruang madu di Terminal Bus Rembang, Jawa Tengah.

Papua No. 1 News Portal | Jubi,

Jakarta, Jubi – Penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, menangkap tiga tersangka tindak pidana menyimpan, memiliki, memelihara dan menjualbelikan satwa dilindungi dalam keadaan hidup. Penangakapan berawal dari informasi rencana transaksi satwa langka beruang madu di Terminal Bus Rembang, Jawa Tengah.

“Berdasarkan informasi awal tersebut, pada Jumat 14 Juni 2019, tim penyidik bergerak ke Terminal Bus Rembang dan melakukan operasi tangkap tangan terhadap S yang diduga hendak mengambil kiriman paket beruang madu,” kata Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigjen Fadil Imran, Rabu, (3/7/2019).

Baca juga : Perdagangan gading gajah secara online terungkap

24 ekor satwa liar sitaan dilepaskan ke Cagar Alam Cycloop

BBKSDA: Masyarakat jangan jual-belikan satwa dilindungi

Loading...
;

Fadil menyebut tersangka tersangka S melarikan diri, namun hasil pengembangan kasus itu diketahui bahwa S membeli beruang madu tersebut dari seseorang berinisial MUA alias G. “Pembelian tidak dilengkapi dengan dokumen,” kata Fadil menambahkan.

Dalam kasus ini penjual dan pembeli tidak bertemu satu sama lain, melainkan terhubung melalui jejaring sosial Facebook dan bertransaksi menggunakan fasilitas rekening bersama.

Sebelumnya pada 20 Juni, penyidik menangkap tersangka MUA alias G di Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Jateng. Dari tangan dia polisi menyita 15 ekor burung tiong mas atau burung beo beserta kandangnya serta uang tunai Rp 6 juta.

Pada hari yang sama, penyidik menangkap tersangka KG di rumahnya di Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. KG merupakan pemilik dan penjual satwa langka. Dari tangan tersangka KG, penyidik menyita barang bukti lima ekor kanguru tanah.

Sehari berikutnya, tepatnya 21 Juni, penyidik menangkap tersangka AM di SPBU Bumi Rejo, Pati karena kedapatan membawa satwa langka. Dari tangan AM, disita barang bukti yakni dua ekor burung Kakatua Jambul Kuning, dua ekor Nuri Kepala Hitam, satu ekor Nuri Kelam dan uang Rp 500 ribu.

Satwa-satwa langka tersebut kemudian dititipkan ke BKSDA Kab Pati untuk dirawat ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) di Jawa Barat.

Atas perbuatannya, ketiga tersangka dijerat dengan Pasal 21 ayat 2 huruf a Jo Pasal 40 ayat 2 UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi SDA Hayati dan Ekosistemnya dengan ancaman hukuman lima tahun penjara dan denda paling banyak Rp100 juta.  (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top