Follow our news chanel

Previous
Next

Polisi telusuri penambangan emas ilegal Tambrauw

Ilustrasi, lokasi penambangan emas liar di Degeuwo, Paniai - Jubi/Doc
Polisi telusuri penambangan emas ilegal Tambrauw 1 i Papua
Salah satu lokasi penambangan emas liar di Degeuwo, Paniai – Jubi/Doc

Aparat kepolisian juga sudah koordinasi dengan Pangdam.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi – Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat akan menelusuri aktivitas penambangan emas ilegal yang terjadi di Kampung Pubuan, Kabupaten Tambrauw. Aparat kepolisian juga sudah koordinasi dengan Pangdam. “Kami akan sama-sama meninjau lokasi. Tempatnya cukup jauh dan agak sulit dijangkau,” kata Kapolda Papua Barat, Brigjen Hery Rudolf Nahak, di Manokwari, Selasa, (3/12/2019) kemarin.

Baca juga : Yahukimo, pintu masuk penambang emas ke Pegunungan Bintang

Kepala suku Yahukimo diminta bersatu usir penambang emas illegal

Penambang emas ilegal ditemukan tewas

Tercatat hari Sabtu pekan lalu, aparat TNI Kodam XVIII/Kasuari menangkap empat warga negara asing (WNA) asal Tiongkok di lokasi penambangan tersebut. Setelah ditangkap, mereka diserahkan ke Kantor Imigrasi Manokwari.

Loading...
;

Empat WNA tersebut masing-masing bernama Zang Jiayan Fujian, Lin Zhemdu, Su Siyi, dan Zhihui. Satu di antara mereka yakni Zang Jiayan merupakan pelaku lama yang sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polda Papua Barat dalam kasus serta lokasi yang sama.

Terkait penangkapan itu, Hery mengaku masih menunggu pihak Imigrasi memproses masalah keimigrasian para pelaku.  Setelah seluruhnya tuntas, Polda akan memproses dugaan pidana dalam kasus tersebut.

“Kami masih koordinasi, nanti akan saya cek hasilnya di Dirkrimsus. Tentu akan diproses dan hal-hal yang lebih teknis bisa ditanyakan langsung di Dirkrimsus,” ujar Hery menambahkan.

Penambangan liar itu akan didalami untuk mengungkap seberapa jauh praktik ilegal tersebut berlangsung. Ia mengaku belum bisa menjelaskan banyak mengenai aktivitas penambangan ilegal itu karena belum punya banyak data.

“Makanya saya harus ke sana dulu. Sudah kita rencanakan sejak beberapa waktu lalu, tapi belum sempat karena masih ada kesibukan lain,” katanya.

Ia menyatakan apa pun bentuk kejahatan yang terjadi di wilayahnya akan diproses. Pihak-pihak yang terlibat pun harus bertanggung jawab secara hukum. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top