Politeknik Sorong Wisuda 87 Mahasiswa

Wisuda Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong - Jubi/Niko
Wisuda Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong – Jubi/Niko
Sorong, Jubi – Politeknik Kelautan dan Perikanan Sorong memwisuda 87 mahasiswa/i di gedung Aimas Convention Center (ACC) Kabupaten Sorong oleh Kepala Badan Pengembangan SDM dan Pemberdayaan Masyarakat Kelautan dan Perikanan (BPSDMP KP), Kementerian dan Kelautan Perikanan (KKP), Rifky Effendi Hardijanto, Selasa (9/8/2016).

Puluhan mahasiswa itu terdiri dari 23 orang program studi teknik penangkapan ikan, 16 orang program mekanisasi perikanan dan 48 orang program teknik budaya perikanan.

Wisuda tersebut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Kabupaten dan Kota Sorong, alumni, para dosen dan orangtua wisudawan/wati.
Kepala BPSDMP KP Rifky Effendi Hardijanto dalam sambutannya mengatakan Poliktekni Keluatan dan Perikanan Sorong merupakan salah satu satuan pendidikan tinggi KKP. Satuan KKP menggunakan sistem pendidikan vokasi dengan pendekatan teaching factory dan didukung sarana prasarana modern sebagaimana dunia usaha dan industri sesungguhnya.

“Porsinya sebesar 70 persen praktik dan 30 persen teori untuk pendidikan menengah serta 60 persen praktik dan 40 persen teori untuk pendidikan tinggi,” katanya.

Menurut dia sistem perekrutan peserta didiknya sebesar 44 persen anak pelaku utama kelautan dan perikanan, seperti nelayan, pembudidaya dan pengolahan ikan, serta petambak garam, yang kurang mampu.

Para lulusan almamater ini juga tidak hanya memperoleh ijasah, tetapi juga sertifikat keahlian berstandar nasional dan internasional, seperti ahli nautika kapal penangkapan ikan, ahli teknik kapal penangkap ikan, good aquacultur practices atau cara budi daya ikan yang baik, manajemen pengendalian mutu, hazaed analysis control point, sertifikat pengolahan ikan, Amdal dan sertifikat penyuluh perikanan.

Ia mengatakan proses pendidikan pun membutuhkan kreatifitas dan inovasi yang dinamis. Perubahan-perubahan potensial sesuai dengan kebutuhan, perkembangan, sistem sosial dan budaya akibat pergerakan arus globalisasi sangat penting untuk disikapi dalam sistem pendidikan.

Loading...
;

“Menghadapi dinamisasi berbagai kebutuhan riil yang penting disikapi, maka satuan pendidikan dilingkungan kementerian kelautan dan perikanan, melaksanakan uapaya-upaya pembaharuan korikulum dan metode pembelajaran,” ujarnya.

Metode pembelajaran teaching factory yang diterapkan di pendidikan lingkup KKP merupakan kombinasi antara pendekatan competecy based traning dan pendekatan production based training.

“Dalam penyelenggaraanya, seluruh materi pembelajaran digabungkan dalam alur kegiatan usaha, yang dimulai dari kegiatan pra-produksi, dan pasca produksi serta pemasaran. Pembaharuan metode pembelajaran ini bertujuan untuk menghadirkan suasana industri pada setiap kegiatan pembelajaran,” katanya.

Khusus di Poltek KP Sorong, kampus ini memiliki pusat kajian ekosistem padang lamun di Kampung Samate, Distrik Salawati Utara, Kabupaten Raja Ampat. Luas padang lumun diperkirakan sekitar 30 km2 yang dihuni 3 jenis lamun yang dominan dari 13 jenis yang ada di Indonesia.

Alasan pengembangan pusat kajian, karena lamun sangat penting bagi sektor perikanan mengingat banyak jenis ikan bernilai ekonomis dan biota laut lingkungan lamun. Lamun juga mempunyai hubungan interkoneksi dengan manggrove dan terumbu karang, sehingga diantara ketiganya dapat terjadi saling pertukaran energi dan materi.

Dilihat dari aspek pertahanan pantai, padang lamun dengan akar-akarnya yang mencengkeram dasar laut dapat meredam gerusan ombak laut sehingga dapat mengurangi dampak erosi. Padang lamun juga dapat menangkap sedimen sehingga akan membantu menjaga kualitas air.

Ia melanjutkan, politeknik ini juga membangun kapal mini boat dan long boat yang dilakukan para taruna di kampus, sebagai aplikasi pendekatan teaching factory.

Kapal tersebut memiliki keunggulan, antara lain konstruksi stabil, ringan, kuat, usia pakai lebih lama, gesit, responsif, ekonomis, dan perawatanya mudah.

Pembuatan kapal berbahan dasar fiber glass itu dilatarbelakangi potensi wilayah Papua yang memiliki banyak pulau kecil, potensi perikanan laut yang sangat besar, potensi wisata laut yang menjanjikan, serta sarana transportasi yang terbatas.

“Tujuan kegiatan tersebut untuk melatih para taruna dalam kompetensi pembuatan fiber boat, mendungkung peralatan penangkapan ikan (armada semut) dan melatih jiwa kwirausahaan taruna,” katanya.

Direktur Polikteknik Kelautan dan Perikanan Sorong Silvester Simau mengatakan pihaknya telah meraih penghargaan, seperti Mahar Schutzenberger Award, Prancis tahun 2011, penghargaan Menteri Kelautan Perikanan 2015 dan penghargaan Setya Lencana Wirakarya 2015.

“Penyandang gelar Ph.D dari Universite de Paul Sabatier Perancis 2012 ini dikenal sebagai penemu ikan pelangi asal Papua,” katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top