Politik PNG labil, Presiden Bougainville harap tidak usik proses negosiasi

Papua
Perdana Menteri Papua Nugini, James Marape, bersama Presiden Bougainville, Ishmael Toroama, saat bertemu di Port Moresby pada 9 November 2020. - RNZI/ PNG PM Media
Papua No.1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Presiden pemerintah otonomi Bougainville (Autonomous Bougainville Government/ ABG), Ishmael Toroama, telah menegaskan bahwa ketakstabilan politik yang terjadi saat ini di Papua Nugini tidak boleh menghentikan proses konsultasi pasca-referendum Bougainville.

Pemerintah Bougainville dan PNG telah dijadwalkan untuk bertemu dan membahas Badan Pengawas Bersama (Joint Supervisory Body/ JSB) akhir pekan ini di Kokopo di Provinsi East New Britain.

Presiden Toroama menerangkan kalau JSB harus dilanjutkan untuk memperkuat hubungan antara pemerintahnya dan Perdana Menteri James Marape yang telah berkembang dalam dua bulan terakhir.

Presiden tersebut juga memuji Anggota Parlemen (MP) dari Bougainville Selatan dan menteri kabinet PNG, Tim Masiu, karena tetap bertahan dengan faksi PM Marape.

Dia mengatakan ini menunjukkan komitmennya pada proses Bougainville.

Presiden Toroama menambahkan bahwa ia sangat yakin PM Marape tetap berpegang teguh pada komitmennya untuk mulai mengembangkan kerangka kerja proses negosiasi tentang hasil referendum Bougainville.

Sementara itu, mantan ketua Komisi Referendum Bougainville (Bougainville Referendum Commission/BRC), Bertie Ahern, telah setuju untuk memoderatori negosiasi ABG dengan pemerintah Papua Nugini.

Loading...
;

Ahern, seorang mantan pemimpin Irlandia yang menjabat sebagai Taoiseach Irlandia dari 1997 sampai 2008, baru-baru ini berperan dalam mengawasi persiapan dan pelaksanaan referendum Bougainville tahun lalu, dimana hampir 98% orang Bougainville memilih untuk merdeka. Hasil referendum ini tidak mengikat secara hukum dan itu harus diratifikasi oleh parlemen nasional PNG. Namun sebelum itu, kedua pemerintah harus memulai langkah konsultasi yang ekstensif.

Pada 9 November lalu, Marape menjamu Presiden Toroama untuk pertemuan awal di Port Moresby. Setelah pertemuan ini rampung, keduanya lalu mengumumkan kesediaan Ahern sebagai moderator pada konsultasi pascareferendum.

Surat kabar The National melaporkan bahwa kedua pemimpin itu berterima kasih pada Ahern karena setuju untuk mengambil tanggung jawab itu. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top