Follow our news chanel

Previous
Next

Politik Vanuatu stabil sejak 2016

Parlemen akan dibubarkan pada 22 Januari dan pemilu nasional akan dilakukan Maret tahun ini. - DVU
Politik Vanuatu stabil sejak 2016 1 i Papua
Parlemen akan dibubarkan pada 22 Januari dan pemilu nasional akan dilakukan Maret tahun ini. – DVU

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Oleh Harrison Selmen

Selesainya masa jabatan Pemerintah Vanuatu selama empat tahun di bawah pimpinan Charlot Salwai, tidak hanya mencerminkan kembalinya optimisme publik, tetapi juga menciptakan stabilitas yang mungkin bisa satu dekade panjangnya, di kancah politik di Vanuatu.

Adalah harapan semua orang bahwa negara ini bisa mengalami kestabilan politik. Tetapi pertanyaannya masih tidak terjawab adalah bahwa – berapakan biaya dari stabilitas ini?

Tahun 2019 mungkin bisa dibilang negatif, tergantung dari opini siapa, baik dalam bidang bisnis, politik, olahraga, pertanian, pariwisata, dan ekonomi. Tetapi ketika merenungkan kembali ke masa lalu politik dan ekonomi di Vanuatu, stabilitas politik dan keberlanjutan kebijakan ekonomi itu sangat penting.

Pemerintahan yang stabil merupakan salah satu capaian yang selalu diinginkan setiap negara, dan bagi Vanuatu, sudah beberapa dekade berlalu sejak ada pemerintah yang, sekali lagi, berhasil menyelesaikan masa jabatannya sampai tuntas.

Pemilihan umum mendadak tahun 2016 di Vanuatu adalah awal dari perjalanan untuk memulihkan kestabilan dunia politik di Vanuatu, dan tampaknya, setelah menyetujui memorandum perjanjian Pele menyusul pemilu nasional 2016, perjanjian ini bertahan sepanjang masa jabatan badan legislatif ke-11.

Loading...
;

Perdana Menteri Salwai melakukan sejumlah perombakan kabinet selama masa jabatannya, dan alasan di balik setiap perombakan adalah untuk menjaga ‘kestabilan politik’ dan memastikan bahwa perkembangan dan pembangunan di Vanuatu dapat berlanjut. Salah satu perombakan kabinet terbesar adalah ketika PM Salwai mengeluarkan parpol Vanua’aku Party (VP) dari memimpin koalisi, dan menggantikannya dengan anggota-anggota parlemen dari partai politik Leaders Party Vanuatu (LPV).

Tetapi ya, pembahasan dan pertanyaan serta kekhawatiran orang-orang Vanuatu memuncak tentang ‘biaya stabilitas politik’. Biaya itu termasuk ketika PM Salwai berkorban untuk menjaga semua parpol dalam pemerintahan agar tetap utuh. Dan karena ada mereka yang ingin berkuasa, mereka yang menginginkan portofolio, mereka yang menginginkan posisi dalam sebuah institusi – rasa haus akan kekuasaan yang memaksa PM untuk menciptakan dan menunjuk posisi-posisi baru yaitu Sekretaris Parlemen (SP).

Pengadilan telah memutuskan bahwa penunjukan Sekretaris-sekretaris Parlemen (PS) itu tidak konstitusional. Upah dalam jumlah besar yang mengagetkan, seperti sebelumnya dilaporkan oleh Daily Post Vanuatu, diungkapkan bahwa gaji tahunan seorang PS adalah sekitar VT 5.000.400.

‘Biaya politik’ untuk menciptakan posisi-posisi Sekretaris Parlemen mungkin salah secara hukum, tetapi secara politik, ekonomi, dan sosial, biaya politik ini tentunya diperlukan untuk menjaga kestabilan.

Jika politisi-politisi menginginkan satu posisi, maka itu berarti mereka menginginkan uang, dan uang itu kemungkinan besar akan kembali digunakan untuk pendukung mereka. Ini adalah keputusan sulit yang harus diambil oleh PM untuk memastikan semua orang bahagia, sehingga tidak ada yang berpindah kubu di dalam parlemen dan stabilitas pemerintah dapat dipertahankan.

Ketika membahas integritas, hanya beberapa pemimpin yang berhasil menunjukkan kepemimpinan kelas tinggi. Anggota Parlemen (MP) untuk Tanna, Johnny Konapo, menunjukkan tindakan itu dengan undur segera setelah pengunduran dirinya.

Integritas adalah satu hal yang gagal ditunjukkan oleh banyak pemimpin. Sudah saatnya bagi pemimpin-pemimpin politik yang masuk parlemen untuk menjaga integritas mereka. Ada banyak yang berpindah-pindah dan berubah dari satu sisi lain parlemen ke kubu lain, tetapi banyak yang tidak tahu mengenai perubahan itu, apakah itu demi kebaikan, atau demi kejahatan, atau yang paling jahat. Badan legislatif ke-11 saat ini dipuji sebagai salah satu yang terbaik, terdiri dari berbagai latar belakang pendidikan, agama, serta beberapa politisi veteran yang banyak berpengalaman.

Beberapa hal penting lainnya tahun ini; perempuan kembali turun ke jalan untuk mendesak agar ada 50% kursi cadangan di parlemen dengan adanya partai politik baru untuk tahun 2020.

Tidak ada yang ragu bahwa dari sisi ekonomi Vanuatu sedang mengalami masa yang sulit tahun ini, dicerminkan dengan ditutupnya beberapa usaha. Kenyataan yang sangat memprihatinkan bagi komunitas bisnis yang menyediakan lapangan pekerjaan bagi orang-orang Ni-Vanuatu setempat.

Pemerintah juga melakukan investasi melalui pembangunan, seperti infrastruktur, tidak hanya melalui pinjaman lunak dari mitra seperti Tiongkok, tetapi juga, diduga, menggunakan pemasukan dari hasil program penjualan kewarganegaraan.

Pemerintah Salwai memiliki oposisi yang baik dengan pimpinan Ismail Kalsakau, yang selalu memastikan perimbangan kuasa pemerintah dipertahankan.

Pengacara berpengalaman dan mantan Jaksa Agung, Ishmael Kalsakau tidak pernah berhasil memenangkan satu pun mosi tidak percaya terhadap Salwai, tetapi ia terus mengawasi dan menunjukkan kepemimpinan yang cakap selama masa jabatannya.

Kalsakau telah memastikan pemerintah tetap bertanggung jawab dengan mengungkapkan beberapa isu yang serius.

Kepemimpinan Perdana Menteri Salwai tidak pernah menempuh jalan yang mulus, secara khusus dengan pengajuan sejumlah mosi tidak percaya yang dapat dimenangkan oleh pemerintahannya.

Selang akhir dari masa jabatan Parlemen ini, PM Salwai mengucapkan terima kasih kepada pemimpin oposisi atas kepemimpinannya yang luar biasa karena bisa menjaga pemerintah tetap kuat.

Parlemen akan dibubarkan pada 22 Januari dan pemilu nasional akan dilaksanakan Maret tahun ini. Ada banyak pengeluaran, sebagian diduga berkaitan dengan pemilu yang akan datang – anggota parlemen ini ingin membuktikan mengapa mereka harus terpilih kembali.

Beberapa partai politik yang telah berkuasa dalam pemerintah ini, kemungkinan akan menang dalam pemilu mendatang. Partai-partai politik besar, seperti RMC, LPV, UMP, GJP, dan VP, sudah membuktikkan kepemimpinannya di hadapan pemilih. (Daily Post Vanuatu)

Harrison Selmen adalah mahasiswa bidang Jurnalisme di Universitas Pasifik Selatan (USP), Fiji.

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top