Follow our news chanel

Previous
Next

Politisi perempuan pertama PNG tutup usia

Nahau Rooney, mantan menteri Papua Nugini dan pionir perempuan dalam politik, telah tutup usia. - The Guardian/ Facebook

Papua No.1 News Portal | Jubi

Oleh Sadhana Sen dan Gynnie Kero

Port Moresby, Jubi – Seorang pekerja keras, berani, terkadang kontroversial, namun selalu penuh semangat: salah satu pelopor politik Papua Nugini, Nahau Rooney, dikenang sebagai pionir bagi perempuan PNG setelah ia menutup usia pada 15 September lalu, dalam usia 75 tahun.

Pada 1977, Rooney adalah salah satu dari hanya tiga perempuan yang terpilih menjadi anggota parlemen (MP) pertama pasca-kemerdekaan PNG – dari 109 anggota parlemen – dimana dia menjabat sebagai MP regional dari Provinsi Manus.

Rooney menjadi sumber kontroversi pada awal karirnya ketika, saat ia menjabat sebagai menteri kehakiman pada 1979, ia dijatuhi hukuman delapan bulan penjara oleh Mahkamah Agung PNG karena campur tangan dalam suatu proses peradilan. Perdana Menteri PNG saat itu, Sir Michael Somare, dengan sigap mengambil alih portfolio kementerian kehakiman dan segera membatalkan putusan tersebut.

Konflik kekuasaan antara lembaga eksekutif dan yudikatif di awal kemerdekaan PNG ini – secara khusus mengenai hak pengadilan dalam meninjau keputusan deportasi warga asing, tetapi lebih luas lagi merupakan pernyataan kekuasaan pemerintah yang baru merdeka – menyebabkan sebagian besar hakim asing di PNG mengundurkan diri, dan dengan demikian membuahkan pengangkatan sejumlah hakim nasional PNG yang pertama.

Sir Somare menyebut Rooney sebagai seorang ‘perempuan yang luar biasa’. “Dia telah bekerja sangat keras demi Papua Nugini. Saya turut berduka cita dengan orang-orang Manus, terutama keluarganya. Manus telah kehilangan seorang pemimpin yang hebat.”

Loading...
;

Elizabeth Cox, mantan Direktur Regional Pasifik UN Women yang telah menghabiskan puluhan tahun bekerja dengan organisasi-organisasi perempuan PNG, mengenang Rooney sebagai “anggota pemerintah pasca-kemerdekaan PNG yang antusias yang melakukan berbagai upaya untuk percepatan janji konstitusional tentang kesetaraan, partisipasi, dan fokus pada pembangunan pedesaan.”

“Sir Michael Somare memercayai Nahau. Rekan-rekan perempuannya terinspirasi olehnya, dan dia menerima dukungan dari seorang suami yang penuh kasih, dengan senang hati membiarkannya bersinar sementara dia bekerja di rumah di Manus.

Gubernur Jenderal PNG, Sir Bob Dadae, juga menyampaikan penghormatan terakhirnya kepada Rooney sebagai seorang pionir. “Sebagai politisi perempuan pertama di negara kita segera setelah kemerdekaan PNG, Rooney menunjukkan sejak dulu kepada kaum perempuan bahwa perempuan juga dapat menjadi politisi dan terlibat dalam pengambilan keputusan, sebuah tugas yang, dalam masyarakat kita, umumnya dilakukan oleh laki-laki,” ungkap Dadae. (The Guardian)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top