Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Polusi mikroplastik di lautan Pasifik membunuh dengan perlahan tapi pasti

Kita menemukan bahwa plastik yang kita gunakan untuk menyimpan makanan itu juga merupakan plastik yang mencemari makanan kita. - Justin Hofman/Greenpeace/PA

Papua No.1 News Portal | Jubi

Oleh Andrew Paris

Sebagai peneliti, kita terkejut menemukan bahwa di kedalaman Samudra Pasifik pun telah tercemar oleh limbah plastik kita. Dan limbah itu akan ada jauh lebih lama dari kita semua.

Polusi mikroplastik di lautan Pasifik membunuh dengan perlahan tapi pasti 1 i Papua

Satu sampah botol terapung di hadapan kita. Satu lagi lewat. Kita berada 200 km dari daratan, di tengah-tengah lautan Pasifik Selatan, dan ini kali ketiga sampah botol mengapung pagi ini. Dimana-mana ada limbah plastik.

Plastik yang kita gunakan tanpa berpikir panjang setiap hari, plastik yang kita buang tanpa berpikir dua kali, akan tetap ada, dan ada ratusan tahun dari sekarang. Diluar sini. Di mana ia membunuh planet kita, membunuh kehidupan laut kita, dan, perlahan tapi pasti, juga membunuh kita.

Saya ada di sini sebagai bagian dari sebuah tim peneliti Universitas Pasifik Selatan yang sedang mengumpulkan sampel air laut, jauh dari tempat tinggal manusia mana pun. Tujuan saya dengan pengumpulan sampel ini adalah untuk membandingkan konsentrasi mikroplastik lepas pantai di lokasi dekat ke pantai. Harapan saya hasil studi ini dapat memberikan solusi mengenai teka-teki Pasifik ini.

Kita sudah mengerti skala dari masalah pencemaran mikroplastik di sepanjang daerah pantai yang padat penduduknya. Namun, pengetahuan kita lebih terbatas mengenai tingkat polusi jauh di lautan. Kesenjangan dalam ilmu pengetahuan ini terjadi di setengah permukaan planet.

Loading...
;

Program penelitian ini merupakan rancangan dari mendiang Dr. Marta Ferreira, dan hingga saat ini kita telah menemukan adanya mikroplastik di air laut, air tawar, di dalam ikan, kepiting, hewan moluska, burung, dan di sedimen di seluruh Fiji. Setiap lokasi yang kita kunjungi, baik itu di kota metropolitan, atau pulau-pulau yang terluar dan terpencil, kita selalu menemukan apa yang kita cari.

Dua dari tiga ikan yang ditangkap di pantai di daerah Suva ditemukan mengandung mikroplastik. Satu ikan ditemukan mengandung 68 partikel, jumlah yang mengkhawatirkan. Jumlah polusi mikroplastik di air laut dari sekitar Suva sama dengan beberapa daerah di wilayah Mediterania. Sedimen di daerah pantai padat oleh kandungan mikroplastik dengan tingkat yang sama seperti yang dilaporkan di sepanjang pantai di Singapura dan Portugal.

Kita menemukan bahwa plastik yang kita gunakan untuk mengawetkan dan menyimpan makanan itu juga merupakan plastik yang mencemari makanan kita. Polietilena. Bahan plastik yang paling banyak digunakan di daratan juga ada di mana-mana di air.

Pada 2017 saja, Fiji mengimpor lebih dari 2.000 ton produk mengandung polietilena.

Yang semakin mempersulit masalah itu adalah proses kelautan. Air laut mengandung limbah plastik yang berputar-putar sebagai bagian dari sistem arus samudra ini disebut Pusaran Pasifik Selatan, dan ini memastikan pasokan plastik dengan stabil sampai ke negara-negara kepulauan kecil yang paling bergantung pada lautan sebagai sumber makanan mereka. Di pulau-pulau terpencil di utara dan timur Fiji, garis-garis pantai dipenuhi dengan polietilena dalam berbagai bentuknya. Semuanya ada, mulai dari benang kemeja hingga tali kapal.

Ini adalah salah satu jenis diaspora Pasifik, kecuali untuk kali ini, plastik akan selalu kembali. Proses yang dulunya membantu ekspansi manusia dan pendudukan di Oseania sekarang juga mendistribusikan limbah kita ke seluruh dunia, bahkan ke kedalaman laut yang paling gelap.

Sekali lagi, kita ada disini, di garis depan bencana lingkungan yang akan datang.

Meski penelitian ini masih dalam tahap awal, dampak yang disebabkan sudah sampai pada tahap lanjut. Selain melakukan studi untuk menentukan baseline dan tingkat yang normal di lingkungan yang belum tercemar, kita juga mempelajari dampaknya pada tumbuhan dan hewan, terutama spesies-spesies yang paling kita andalkan sebagai sumber makanan.

Tetapi sebelum kita bisa mulai mengelola, pertama-tama kita perlu mengukur. Kita perlu meneliti dengan cermat, memantau dampak pencemaran plastik pada sistem kehidupan dimana kita menggantungkan kehidupan kita. Penelitian ini, penilaian komprehensif pertama mengenai mikroplastik di permukaan perairan di Pasifik Selatan, akan memberikan data baseline, untuk membantu program-program pemantauan dalam mendeteksi perubahan lingkungan dan mengevaluasi upaya pengendalian pencemaran plastik.

Karena hubungan masyarakat, budaya, dan lingkungan Pasifik dengan plastik itu nyata. Kita hidup di dunia material, dan plastik adalah simbol era modern yang paling umum. Setiap saat kita dibalut dan dihias oleh plastik.

Kita di kawasan Pasifik mungkin jauh dari kota-kota besar dan industri-industri raksasa di dunia, namun masalah yang sama yang menyerang lautan mereka juga ada di sini, di bentangan luas lautan Pasifik Selatan.

Sudah terlalu lama, kita percaya bahwa moana kita adalah sebuah badan air tanpa batas yang dapat dicemarkan tanpa konsekuensi apa-apa. Kita salah jika kita terus berpikir demikian. Sekarang, kita bisa menemukan limbah plastik di mana-mana.

Sebagai orang-orang Pasifik, sifat kita adalah untuk berbagi, tetapi tidak dalam hal limbah plastik di lautan. Sampah seseorang seharusnya bukan makan malam orang lain. Plastik berakhir di makanan kita dan setiap orang memiliki tempat duduk di meja ini.

Secara individual, kita dapat memulai dengan hal-hal kecil, tetapi secara kolektif kita dapat menciptakan gelombang perubahan yang besar untuk melawan gelombang limbah plastik yang semakin tinggi. (The Guardian)

Andrew Paris adalah penerima beasiswa University of the South Pacific Pacific-European Union Marine Partnership (PEUMP) dan saat ini sedang menulis tesisnya.

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top