Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pondok kampanye dibongkar, Ketua BEM UOG kena pukul

Papua No. 1 News Portal | Jubi , 

Jayapura, Jubi –  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Ottow dan Geissler (UOG) Jayapura mengecam pemukulam ketua BEM UOG, Yenius Waliangen

Pemukulan berawal ketika warga setempat membongkar pondok pemenangan salah satu kandidat calon gubernur Papua yang berada di dalam kompleks Universitas Ottow dan Geissler. Sesuai aturan, segala atribut kampanye harus diturunkan saat masa tenang. Namun hingga Kamis 25/10/2018 pondok tersebut masih berdiri. Padahal Pilkada Gubernur sudah berakhir hamper enam bulan lamanya.

Pondok kampanye dibongkar, Ketua BEM UOG kena pukul 1 i Papua

Atas permintaan Pemkot Jayapura, warga membongkat pondok tersebut. Namun beberapa warga lainnya datang dan menolak pembongkaran pondok itu.

“Kebetulan letak sekretariat BEM berada tepat di depan pondok tersebut. Saat itu ketua BEM sedang menuju sekretariat. Mereka tahu dia ketua BEM, sehingga mereka meminta pertanggung jawaban pembokaran tersebut. Ketua BEM jadi sasaran massa,” kata Iner Yual dari perwakilan mahasiswa Universitas Ottow Geissler Jayapura, Senin (29/10/2018).

Untuk itu, mahasiswa UOG meminta pihak universitas tidak membiarkan masyarakat di sekitar kampus beraktivitas politik praktis di dalam kampus, contohnya membangun posko dalam area kampus.

 “Kami juga menolak aktivitas masyarakat umum di dalam lingkungan kampus UOG yang mengakibatkan ketidaknyamanan mahasiswa dalam perkuliahan,” katanya.

Loading...
;

Dia juga menambahkan memasuki tahun politik, pihak UOG jarus tegas dalam hal itu. Apalagi UU nomor 8 tahun 2012 tentang pemilihan umum anggota DPR, DPD, dan DPRD menegaskan larang melakukan kampanye praktis di dalam kampus.

“Yang sudah terjadi pada pemilihan gubernur Papua tahun 2018 lalu, kami harapa tidak terulang lagi,” katanya.

Ketua BEM Universitas Ottow Geissler Jayapura, Yenius Walianggen pihak universitas maupun Bawaslu Kota Jayapura harus memperhatikan permasalahan ini, agar tidak akan muncul di kemudian hari.

“Kami minta pihak yang berwenang melakukan pengawasan terhadap pemilu, dan secara tegas memberikan hukuman kepada para calon yang memanfaatkan lingkungan kampus untuk melakukan kampanye,” katanya.(*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top