Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Port Moresby karantina wilayah setelah kasus Covid-19 PNG capai 62

Perdana Menteri PNG, James Marape, telah mengumumkan karantina wilayah selama dua minggu di Port Moresby. - RNZI/ PNG PM Media

| Papua No.1 News Portal | Jubi

Port Moresby, Jubi – Ibu kota Papua Nugini akan dikarantina selama dua minggu ke depan dalam upaya pemerintah untuk menghentikan penyebaran Covid-19.

Pengumuman Perdana Menteri James Marape tentang keputusan tersebut diadakan menyusul konfirmasi adanya 23 kasus Covid-19 baru pada Minggu lalu (26/7/2020) di Port Moresby. Jumlah kasus positif Covid-19 tertinggi dalam satu hari yang dilaporkan di PNG itu telah menaikkan total infeksi yang dikonfirmasinya di negara tersebut hingga saat ini menjadi 62 kasus.

Port Moresby karantina wilayah setelah kasus Covid-19 PNG capai 62 1 i Papua

PM Marape menegaskan bahwa karantina wilayah akan diberlakukan di Distrik Ibu Kota Nasional (NCD) dan Port Moresby selama 14 hari, dengan pembatasan jam malam sesuai dengan UU Pandemi, sementara hanya bisnis-bisnis esensial yang akan diperbolehkan untuk buka. Pembatasan jam malam akan dimulai dari pukul 10 malam hingga 5 pagi.

Sekolah-sekolah akan ditutup juga selama 14 hari, dan tidak ada kendaraan bermotor publik yang diizinkan untuk beroperasi, kecuali taksi selama penumpang dan pengemudi mengenakan masker wajah. Pekerja-pekerja esensial juga diharuskan menggunakan masker saat mereka berada di tempat-tempat umum. Selain langkah-langkah tersebut, ada juga larangan atas semua penerbangan domestik dari Port Moresby, untuk periode awal selama 14 hari.

Lonjakan kasus Covid-19 selang akhir pekan lalu dilaporkan setelah tim tanggap Covid-19 PNG dari Kementerian Kesehatan meningkatkan tes Covid-19, ada 535 tes yang dilakukan pada Minggu.

Namun hingga saat ini hanya ada sekitar 10.000 tes yang telah dilakukan sejak pandemi muncul di negara itu, pemerintah pusat pun khawatir bahwa penyebaran virus sudah meluas di daerah ibu kota.

Loading...
;

Dalam beberapa hari terakhir pemerintah PNG akhirnya mulai menekankan pentingnya penggunaan masker wajah di kawasan ibu kota, dimana sebuah klaster pasien Covid-19 muncul di Rumah Sakit Umum Port Moresby kurang dari dua minggu lalu.

“Papua Nugini itu tidak kebal dari dampak virus yang mengerikan ini. Virus itu tidak membeda-bedakan. Virus itu peduli orang kaya atau orang miskin, orang muda atau orang tua,” tegas PM Marape. “Intinya, kita harus melakukan apa pun yang bisa kita lakukan sebagai bangsa untuk mengendalikannya.

“Faktanya adalah, bahwa berdasarkan proyeksi yang dapat dipercaya, jumlah kasus di PNG jauh lebih tinggi dari pada yang telah dilaporkan.”

Sementara itu, pejabat Plt. Sekretaris Kementerian Kesehatan, Paison Dakulala, memperingatkan bahwa fasilitas karantina utama di ibu kota, Rita Flyn Centre, hanya bisa menampung maksimum 72 pasien dan mereka diperkirakan akan segera mencapai kapasitas itu. Pasien positif Covid-19 mungkin terpaksa akan melakukan karantina di rumah masing-masing. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top