HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2021

Posisi lanjut usia di masa pandemi covid-19

papua
Anggota MRP berfoto bersama penghuni Panti Asuhan dan Panti Jompo Air Mata Mama di Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Mawel

Oleh: Amoye Pekei

Salah satu kelompok usia yang sangat rentan dalam masa covid-19 adalah lanjut usia (LU), kisaran usianya di atas 60 tahun. Kelompok LU rentan karena melemahnya fungsi organ-organ tubuh termasuk kemampuan berpikir.

Dari berbagai laporan menyebutkan tingkat kematian akibat covid-19 adalah kelompok LU lebih banyak dibanding kelompok usia produktif dan anak-anak.

Posisi lanjut usia di masa pandemi covid-19 1 i Papua

Mereka menjadi korban covid-19 selain karena fungsi organ, kebanyakan dari mereka juga adalah para penderita, penyakit paru kanker dan infeksi saluran pernafasan lainnya.

Dalam masa bencana covid-19 standar pelayanan bagi lansia harus dipastikan sesuai sasaran tersebut, karena ukuran kerentanan seseorang tergantung kapasitas dan tingkat kerentanannya bertahan menghadapi bencana tersebut.

Semakin lemah kapasitasnya, maka orang tersebut berisiko sangat tinggi. Risiko kelompok LU dipengaruhi oleh sejauh mana ancaman dikali kerentanan dibagi dengan kapasitas, sehingga kiat mengurangi risiko adalah meningkatkan kapasitas LU. Jika kapasitasnya lebih besar, maka risikonya akan berkurang.

Ada dua kelompok LU yang tingkat kerentanannya kurang dan tinggi. Kerentanan yang renta adalah mereka yang pada umumnya memiliki pengasuh atau dibawa pengasuhan atau pendampingan dari keluarga.

Loading...
;

Dalam menghadapi masa covid-19 mereka yang berada pada lingkungan keluarga adalah kategori lanjut usia mampu, karena telah mendapat pengasuhan oleh keluarganya. Kelompok ini tidak memiliki risiko yang tinggi terhadap bencana covid-19.

Kelompok berikut yang perlu diperhatikan adalah kelompok LU rentan yang berada di bawah garis kemiskinan, yang kompleksitas masalah kesehatannya seperti yang disebutkan dahulu, seperti memiliki riwayat penyakit.

Ada juga kelompok lainnya, misalnya LU terlantar atau tidak memiliki pendamping atau memilih orang tua (keluarga) tapi terabaikan dari pelayanan layaknya diterima oleh kelompok LU.

Dua kelompok LU dengan kerentanan tinggi inilah yang dikategorikan sebagai kelompok penyandang masalah kesejahteraan sosial.

Idealnya sasaran penyelenggaraan pelayanan sosial dilakukan terutama bagi kelompok ini.

Saat ada kelompok lemah pelayanan sosial dilakukan untuk meningkatkan kerentanannya. Pelayanan apa yang perlu dilakukan oleh penyelenggaraan sosial?

Berikut ini beberapa ide yang memastikan lanjut usia dapat dilayani dengan baik oleh sistem layanan bagi LU.

Pertama, penanganan masalah harus dimulai dari identifikasi masalah, potensi dan kebutuhan lansia.

Jika hal ini berhasil dilakukan, maka masalah utama untuk memastikan kebutuhan mereka telah diselesaikan, dengan mendengar keluhan mereka.

Kebutuhan ingin diperhatikan oleh orang lain akan meningkatkan semangat para LU dalam beraktivitas. Identifikasi kebutuhan akan berhasil, jika curahan isi hati LU bisa disalurkan dan ada pendengar yang baik yang mau care dengan masalah mereka.

Pemerintah daerah seharusnya mempunyai data bukan hanya sekadar data by name address tetapi juga memiliki rekam kasus (case record).

Untuk memastikan proses identifikasi ini berjalan baik, maka diperlukan upaya optimalisasi sukarelawan dan pekerja sosial, dalam menyelesaikan masalah data ini, untuk menghasilkan data yang konkret dan menyeluruh;

Kedua, penangan pengasuhan dilakukan dengan berbasis pada keluarga dan panti.

Idealnya pengasuhan LU harus dilakukan oleh keluarga. Bagi keluarga yang memiliki anggota keluarga LU seharusnya mempunyai pengasuh khusus, tidak hanya untuk menjadi anggota keluarga semata, tetapi juha harus mempunyai program-program khusus dalam keluarga untuk para LU.

Program pengasuhan berbasis keluarga seperti ini, bisa diberikan kepada anggota LU di rumah, bekerja sama dengan pendamping lansia, atau bisa menghubungkan dengan dinas sosial setempat, untuk mendapat pengasuhan lain selain asupan makanan bergizi dan kesehatan anggota LU di rumah.

Program pengasuhan lainnya yang perlu dilakukan adalah melakukan terapi bernyanyi bersama anggota LU, program relaksasi, program rutin senam LU di rumah.

Beberapa informasi penting yang perlu diketahui bisa menjadi pembaca informasi bagi lansia, termasuk membantu membaca bagi lansia yang memiliki mata rabun dan butuh tuntunan, sehingga informasi terkait covid-19 sudah diketahui berkat pengasuhan anggota keluarga LU, agar mereka tidak takut dan kapasitasnya meningkat;

Ketiga, optimalisasi pelayanan di panti asuhan LU, khususnya bagi panti yang sudah lama.

Revitalisasi panti adalah hal pertama yang perlu dilakukan dalam periode tertentu. Hal ini mulai dari melakukan revisi atau refleksi dan misi menghidupkan kembali nilai-nilai dari rutinitas menjadi inovasi.

Penyusunan visi-misi yang berbasis masalah akan dapat mengakomodir kebutuhan kebutuhan terkini, sehingga akan memunculkan kebutuhan-kebutuhan terkini dengan cara yang lebih adaptif.

Cara ini akan membantu LKS dapat lebih responsif terhadap masalah terkini.

Misalnya jika belum ada program-program khusus diperlukan untuk menanganinya dengan memberikan program sosialisasi covid-19, menyediakan fasilitas cuci tangan, dan memberikan penguatan iman untuk tidak takut kepada bahaya covid-19, sehingga ada kekhususan pelayanan yang lebih responsif terhadap perubahan, yang berdampak kepada anggota binaan LU di panti.

Hal berikut adalah menghubungkan sistem sumber dari pihak lain untuk memenuhi kebutuhan lansia dari lembaga lain, misalnya bantuan sembilan bahan pokok (sembako), dengan mengoptimalisasi pelayanan kesehatan rutin misalnya pemeriksaan rutin kesehatan, untuk memastikan panti memiliki standar layanan kesehatan berbasis covid 19, sesuai standar protokoler kesehatan.

Upaya ini juga merupakan salah satu dukungan dari upaya bersama menciptakan kehidupan baru yang normal di masa covid-19 atau yang disebut dengan New Normal Life.

Dari uraian tiga solusi di atas telah jelas bahwa program perlindungan sosial di masa covid-19 bagi kelompok LU, bukan sekadar memberikan bantuan bahan makanan dan uang semata, tetapi bantuan nama itu merupakan salah satu program kecil dari ketiga program yang seharusnya diperhatikan oleh penyelenggara pelayanan kesejahteraan sosial, dalam menghadapi bencana covid-19 yang telah banyak menelan korban.

Data yang akurat tentang identitas dan masalah LU, keluarga yang ramah terhadap LU dan lembaga kesejahteraan sosial yang kuat, serta pemerintah yang responsif akan meningkatkan kapasitas dan mengurangi risiko angka kesakitan dan kematian kelompok LU. (*)

Penulis adalah pekerja sosial tinggal di Kota Jayapura

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top

Pace Mace, tinggal di rumah saja.
#jubi #stayathome #sajagako #kojagasa