Follow our news chanel

Previous
Next

Positif korona di Papua Barat meningkat, Tiniap: Kalau Faskes penuh, kita isolasi di rumah

Papua
dr.Arnold Tiniap, juru biara gugus tugas Covid-19 Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Manokwari, Jubi –  Juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr Arnold Tiniap, menegaskan untuk memilih tindakan isolasi di rumah masing-masing bagi pasien terkonfirmasi korona (positif) jika semua tidak serius menaati protokol kesehatan.

Menurutnya, ketidakseriusan itu bisa menyebabkan fasilitas kesehatan (faskes) maupun fasilitas karantina (faskar) penuh.

Tiniap, yang juga Direktur Rumah Sakit (RS) Provinsi Papua Barat, mengatakan jumlah tenaga kesehatan di Papua Barat yang terkonfirmasi positif korona mencapai belasan orang dan tersebar di sejumlah daerah di Papua Barat.

Dia pun tak menampik, bahwa fasilitas karantina di sejumlah daerah pun hampir penuh, sehingga diharapkan keseriusan semua pihak termasuk pemerintah dalam menyikapi ledakan kasus korona di Papua Barat.

“Fasilitas karantina di RS Provinsi hampir penuh, di RS Selebesolu kota Sorong juga telah menutup ruang rawat inap dan pasien di sana hanya rawat jalan,” ujar Tiniap di Manokwari, Selasa (22/9/2020).

Menurutnya, Papua Barat telah berada pada titik terberat dalam menghadapi ledakan kasus korona, sehingga perlu adanya respons pengambil kebijkan di daerah untuk menyiapkan fasilitas tambahan sebagai tempat karantina.

“Kita bisa usulkan tempat karantina, seperti gedung diklat Pemda atau fasilitas hotel. Tapi itu akan kembali dievaluasi, disesuaikan pula dengan kesiapan tenaga medis,” ujarnya.

Loading...
;

Dia mengatakan, penyebaran virus korona di Papua Barat, sudah merata di semua kalangan instasni dan usia. Hal itu terbukti dengan adanya klaster peyebaran di internal ASN, Kampus, TNI/Polri, Politisi dan pelajar.

“Penyebaran korona sudah merata, tidak ada satupun yang kebal dengan virus ini jika tak patuhi protokol kesehatan. Bahkan anak usia 1 tahun pun terpapar bersama orangtunya, saat ini masih dirawat di faskar RS Provinsi,” kata Tiniap.

Dia menambahkan, bahwa data terbaru per Selasa 22 September, tambahan 71 kasus baru yang tersebar di Raja Ampat 31 kasus, Manokwari 25 kasus, Bintuni 9 kasus, Sorsel 3 kasus dan Manokwari Selatan 3 kasus.

“Ada tambahan 71 kasus baru positif korona hari ini, sehingga total positif korona di Papua Barat sebanyak 1.587 orang atau setara 17,2 persen,” ujarnya.

Dilansir dari liputan6.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Perorongan, Jumat (18/9/2020) mengatakan, setidaknya dibutuhkan dua dokter spesialis paru yang akan ditempatkan di Manokwari dan Sorong. Sampai saat ini proses perekrutan masih berlangsung.

Perekrutan dokter spesialis di Papua Barat sudah dibuka sejak April 2020. Selain spesialis paru, perekrutan juga dibuka untuk spesialis anestesi, spesialis radiologi, serta spesialis patologi klinik masing-masing satu orang.

“Ada dua yang baru kita dapat yang spesialis penyakit dalam. Kita masih butuh paling tidak spesialis paru dan patologi. Dengan peningkatan kasus ini, kita akan antisipasi ke depan. Saya kira, tenaga medis kita sekarang ini sudah mulai kewalahan,” ujar Perorongan.

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top