PPKM darurat, peneliti sarankan pentingnya ketersediaan pangan

Bantuan sembako untuk masyarakat Waan Merauke Papua
Ilustrasi, sembako yang dikirim Pemkab Merauke setahun silam untuk masyarakat Distrik Waan setelah musibah banjir rob – Jubi/IST

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Peneliti menyarankan agar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat  atau PPKM mikro darurat harus diimbangi kebijakan pemerintah yang menjamin ketersediaan pangan ke seluruh warga. Kebijakan penerapan PPKM mikro darurat dinilai sebagai langkah untuk menekan penyebaran Covid-19.

“Di tengah ketidakpastian yang saat ini kita sedang alami bersama, akses pada kebutuhan pangan bertambah penting dan harus terus terjamin bagi rakyat Indonesia,” kata Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Felippa Ann Amanta, Kamis, (1/7/2021).

Baca juga : Tuntut uang bantuan Covid-19, mahasiswa asal Tolikara protes pembagian sembako  

GBI Dock 4 Jayapura bagikan 200 paket sembako pada kelompok rentan terdampak Covid-19  

KAPP minta Pedagang di Lanny Jaya tidak naikkan harga Sembako selama masa karantina Covid-19

Amanta menyebut penerapan pembatasan ini dikhawatirkan dapat mengganggu kelancaran distribusi pangan. Sedangkan pandemi saat ini sudah menyebabkan disrupsi pada sektor ekonomi karena sebagian masyarakat kehilangan mata pencahariannya.

Loading...
;

“Semua pihak, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, pengusaha maupun distributor pangan, harus bersinergi untuk menjaga ketersediaan dan akses pangan bagi masyarakat Indonesia,” tegas kata Amanta menambahkan.

Ia mengacu data Survey Frekuensi Tinggi Bank Dunia, yang menyebutkan selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahun lalu, menimbulkan dampak 31 persen lebih rumah tangga Indonesia mengalami kekurangan makanan.

Sedangkan rantai pasokan makanan tidak hanya mencakup fasilitas pengolahan makanan tetapi juga meliputi pasokan pertanian serta bahan pengemasan dan industri pendukung makanan lainnya.

Tercatat pemerintah telah mengalokasikan anggaran perlindungan sosial sebanyak Rp408,8 triliun tahun 2021, untuk mendistribusikan bantuan dan program-program pemerintah guna meringankan beban masyarakat akibat disrupsi ekonomi selama pandemi. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top