Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

PPLH distribusi bantuan kepada para pengungsi banjir bandang

Seorang warga Kampung Yoboi yang melihat rumahnya pasca banjir bandang - Jubi/Engel Wally
PPLH distribusi bantuan kepada para pengungsi banjir bandang 1 i Papua
Seorang warga Kampung Yoboi yang melihat rumahnya pasca banjir bandang – Jubi/Engel Wally

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Pemuda Peduli Lingkungan Hidup (PPLH) Kota Sentani membuka posko penanggulangan bencana banjir bandang Sentani di pertigaan jalan Pojok Sentani Hawai pada hari ketiga pasca bencana banjir bandang.

Ketua PPLH Sentani Kota, Mansse Bernard Taime, mengatakan posko bantuan ini telah menerima dan menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terkena langsung dampak banjir bandang tersebut.

PPLH distribusi bantuan kepada para pengungsi banjir bandang 2 i Papua

“Pakaian layak pakai, air bersih, dan makanan jadi sudah kami bagikan kepada masyarakat di bantaran kali Kemiri, masyarakat di kampung Yakonde, dan masyarakat yang tinggal di sepanjang jalan Ifar Gunung,” ujar Manase, saat ditemui di Sentani, Minggu (24/3/2019).

Dijelaskan, bantuan yang didistribusikan ini datangnya dari para donatur dan sebagian besar dari kelompok-kelompok pencinta lingkungan yang ada di Kabupaten Jayapura, Kota Jayapura, Sarmi, Keerom, dan sebagian dari anggota aktif PPLH, serta ada yang secara individu membawa langsung bantuannya ke posko PPLH.

“Hari Minggu ini kami akan membawa bantuan lagi ke kampung Ifar Besar untuk membagikan langsung kepada masyarakat di kampung tersebut,” katanya.

Sebagai generasi muda yang cukup intens di dunia lingkungan hidup, Manase berharap ada langkah tegas dari pemerintah daerah untuk pengawasan serta perlindungan yang dilakukan secara kusus di kawasan cagar alam Siklop.

Loading...
;

“Intinya, jangan ada lagi yang tinggal dan bermukim di kawasan cagar alam Siklop. Sebab kalau tidak demikian maka bencana seperti ini akan terus terjadi,” katanya.

Terpisah, Hariman Yoku, warga masyarakat yang tinggal dekat dengan bantaran sungai Pojok Sentani, mengatakan banjir bandang ini sudah dua kali terjadi dan merusak semua fasilitas umum, menghilangkan harta benda, bahkan nyawa manusia.

“Yang lalu tahun 2007 dan saat ini 2019. Rumah kami hanyut dan tidak ada yang tersisa. Kali kedua ini terjadi lagi setelah 12 tahun. Sekarang, siapa yang bisa disalahkan dan bertanggung jawab terhadap bencana ini,” pungkasnya. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top