Follow our news chanel

Praktik politik partai di Papua mengabaikan hak orang asli Papua

Majelis Rakyat Papua
Para pemuda dan mahasiswa dari Wilayah Adat Anim Ha berunjuk rasa di depan Kantor Majelis Rakyat Papua, menolak pencalonan orang non Papua dalam Pilkada Serentak 2020. - Jubi/Humas MRP

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Anggota Kelompok Kerja Agama Majelis Rakyat Papua atau Pokja Agama MRP, Johanes Wob menyatakan unjuk rasa para pemuda dan mahasiswa asal Wilayah Adat Anim Ha di MRP pada Kamis (27/8/2020) adalah ekspresi kekecewaan manusia yang haknya dicuri. Wob menyatakan, sebagai manusia sejati, mereka memprotes praktik politik dari partai politik mengabaikan hak orang asli Papua.

Hal itu disampaikan Johanes Wob kepada Jubi pada Jumat (28/8/2020). “MRP sebagai lembaga representatif orang Papua menjadi daya tarik anak-anak mahasiswa selatan, dari Wilayah Adat Anim Ha berdemonstrasi. Ha Anim bermakna “manusia sejati”, manusia yang punya harga diri, yang memiliki bumi dan tanah, yang terdiri dari marga-marga dan suku-suku,” kata Wob.

Wob menyatakan sebagai manusia sejati, orang dari Wilayah Adat Anim Ha akan mencari kebenaran dan mempertahankan haknya. “Manusia Papua yang sejati mencari kebenaran, hak-haknya sebagai manusia. Mereka datang ekpresikan diri, ‘saya ini manusia. Mengapa dunia saya, bumi dan tanah saya manusia dicuri dan di ambil?’,” kata Wob di Jayapura.

Baca juga: MRP terima demonstran yang menolak pendatang dicalonkan dalam Pilkada Merauke

Ia menyatakan kekecewaan orang asli Papua di Wilayah Adat Anim Ha itu juga terjadi karena semakin rendahnya keterwakilan orang asli Papua di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Merauke pasca Pemilihan Umum 2019. “Di Merauke ada 35 kursi legislatif. Orang asli hanya empat orang saja. [Sisanya], 31 bukan orang Papua, bukan orang Ha-Anim. [Praktik politik di Papua] terus mengincar, mencuri, dan merampok hak orang asli, manusia sejati,” kata Wob.

Wob menyata pengabaian hak-hak politik hingga hak-hak lain orang Papua itu  sangat kontradiktif dengan Pancasila, sebagai falsafah negara. “Pancasila tidak berlaku di Papua. [Mereka] mengaku Pancasilais, [namun] merampas hak orang Papua. Kemanusian yang adil dan beradab? Keadilan sosial? Di mana keadilan?” Wob bertanya.

Pada Kamis, ratusan pemuda dan mahasiswa yang berasal dari Wilayah Adat Ha-Anim berunjuk rasa di Kantor Majelis Rakyat Papua atau MRP di Kota Jayapura, Kamis (27/8/2020). Mereka menyatakan menolak warga pendatang atau orang non Papua dicalonkan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 di Merauke.

Loading...
;

Aspirasi para pengunjukrasa itu diterima sejumlah anggota MRP, termasuk Wakil Ketua II MRP Debora Mote. Koordinator demonstrasi itu, Elisen W Mahuze pihaknya menyampaikan dua tuntutan terkait Pilkada Serentak 2020 yang akan berlangsung di 11 kabupaten di Papua. Pertama, mereka menuntut pejabat pemerintah pusat segera menggunakan diskresi untuk memperjelas aturan rekrutmen politik di Papua.

Baca juga: Soal pencalonan, partai politik dan KPU diminta hargai semangat Otsus Papua

Selama ini, rekrutmen politik di Papua diatur secara khusus dalam Pasal 28 ayat (3) dan (4) Undang-undang Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus Papua (UU Otsus Papua). Akan tetapi, ketentuan itu tidak mengatur bahwa kepala daerah kabupaten/kota di Papua harus orang asli Papua.

“Kami baca Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Pasal 1 angka 9 [undang-undang itu] membahas tentang diskresi. Kami berharap pemerintah pusat mengeluarkan diskresi, mengisi kekosongan hukum supaya orang Papua menjadi tuan di negerinya sendiri,” kata Mahuse.

Mahuse menyatakan pihaknya juga menuntut agar orang dari luar Papua tidak dicalonkan dalam Pilkada Merauke. “Kami menolak orang luar Papua dicalonkan [menjadi] bupati dan wakil bupati di Merauke,” ujar Mahuse.(*)

Editor: Aryo Wisanggeni G

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top