Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Praperadilan terhadap polisi di Biak gugur, pemohon kecewa

Keluarga Eduard Rumbiak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak Numfor ketika persidangan praperadilan - Jubi. Dok PH
Praperadilan terhadap polisi di Biak gugur, pemohon kecewa 1 i Papua
Keluarga Eduard Rumbiak saat berada di depan Pengadilan Negeri Biak Numfor ketika persidangan praperadilan – Jubi. Dok PH

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Permohonan praperadilan terhadap Polsek Biak Kota, Kabupaten Biak Numfor, Papua yang diajukan terdakwa kasus penganiyaan, Eduard Rumbiak, 48 tahun dan pihak keluarga dinyatakan gugur oleh hakim dalam persidangan di Pengadilan Negeri Biak pada Kamis (16/1/2020).

Permohonan praperadilan diajukan pihak terdakwa lantaran menilai, ada berbagai kejanggalan sejak awal penanganan kasus oleh Polsek Biak Kota.

Penasihat hukum (PH) pemohon, Imanuel Rumayom mengatakan pihak keluarga dan terdakwa kecewa dengan digugurkannya permohonan praperadilan itu.

Katanya, hakim Muslim Ashidiqi mengugurkan permohonan praperadilan terhadap Polsek Biak Kota lantaran pokok perkara telah disidangkan di Pengadilan.

“Pokok perkaranya memang sudah disidangkan di Pengadilan Negeri Biak. Persidangan perdana digelar pada 14 Januari 2020, dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum,” kata Imanuel Rumayom kepada Jubi melalui pesan singkatnya, usai persidangan.

Menurutnya, terdakwa Eduard Rumbiak didakwa pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman pidana lima tahun, enam bulan penjara.

Loading...
;

PH menilai, dakwaan tersebut terkesan dipaksakan karena dari fakta dan keterangan terdakwa pelaku, Septinus Rumbiak, 52 tahun, penganiayaan terhadap seorang warga Biak pertengahan tahun lalu ia lakukan seorang diri.

Ketika penanganan awal kasus, Eduard Rumbiak diperiksa sebagai saksi bersama dua warga lainnya. Akan tetapi seiring waktu polisi menetapkan Eduard Rumbiak masuk dalam daftar pencarian orang atau DPO.

Penetapan DPO itu dilakukan sebelum ada pemeriksaan sebagai tersangka.
Surat Perintah Dimulainya Penyidikan atau SPDP dan penetapan tersangka baru diterbitkan ketika pihak keluarga melakukan protes ke Polsek Biak Kota. PH dan pihak keluarga menduga, Eduard Rumbiak ditetapkan sebagai tersangka untuk memenuhi unsur penggunaan pasal 170 KUHP yang disangkakan kepada Septinus Rumbiak ketika itu dan diprotes oleh PH serta keluarga tersangka, karena Septinus melakukan dugaan penganiyaan seorang diri.

“Kami meminta Kapolda Papua dapat mengoreksi penyidik-penyidik di semua tingkatan institusi Polri di Papua, mulai dari Polsek hingga Polres agar dapat bekerja profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Alberth Rumbiak kaka dari terdakwa Eduard Rumbiak mengatakan kecewa dengan gugurnya permohonan praperadilan tersebut, karena menilai termohon sangat cepat menyidangkan perkara itu sehingga tidak ada pembuktian dari praperadilan yang diajukan pihaknya.

“Namun praperadilan ini bisa menjadi koreksi bagi penyidik kepolisian untuk bekerja sesuai mekanisme dan aturan,” kata Alberth Rumbiak. (*)

Editor: Edho Sinaga

 

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top