Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Pratu Adhar, borong 3 emas dan siap ke PON 2020

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Serui, Jubi – Adhar berhasil menyabet tiga medali emas pada kejuaraan daerah (kejurda) atletik kabupaten/kota se-Papua.

Anggota TNI berpangkat Prajurit Satu (Pratu) yang berdinas di Batalyon Infanteri Raider 751/VJS Kodam XVII/Cenderawasih itu sukses menambah pundi-pundi medali emas bagi kontingen Kabupaten Jayapura setelah Kamis pagi (30/08/2018) kembali menjuarai lomba lari jarak 3000 meter steeplechase yang berlangsung di lintasan atletik stadion Marora, Serui.

Pratu Adhar, borong 3 emas dan siap ke PON 2020 1 i Papua

Dua emas lainnya disumbangkan dari nomor lari 800 meter dan 1500 meter. Pada final nomor 1500 meter, Pratu Adhar memimpin di posisi pertama sejak awal start ditempel ketat rekan setimnya Septinus Kadam dan pelari Kepulauan Yapen Marthen Awarawi.

Namun dua putaran terakhir, Adhar melesat dengan cepat dan finish pertama dengan catatan 4 menit,28.29 detik.

Adhar kembali meraih medali emas keduanya di nomor 800 meter setelah finish pertama dengan catatan 2 menit,05.79 detik.

Disusul  medali perak Meliaki Manggaprouw dari Kabupaten Biak Numfor dengan catatan waktu 2 menit,05.99 detik dan medali perunggu dipegang Marthen Awarawi, catatan waktu 2 menit,08.34 detik dari kabupaten Kepulauan Yapen.

Loading...
;

Torehan tiga medali dan catatan waktu yang mumpuni, Pratu Adhar termasuk salah satu pelari yang dibidik PASI Papua untuk masuk dalam tim atletik pada PON XX/2020.

Anggota Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI Papua, Benny Maniani mengatakan, dari data maupun pengamatan berdasarkan event yang digelar, komposisi cabang olahraga (cabor) atletik telah dipetakan berdasarkan nomor-nomor lomba.

Diantaranya untuk nomor lari jarak pendek (nomor 100 meter, 200 meter, estafet 4×100 meter dan 4×400 meter) komposisi atletnya masih dominan berasal dari kabupaten di kawasan Teluk Cenderawasih seperti Nabire, Kepulauan Yapen, Waropen dan Biak Numfor.

Sedangkan untuk nomor lempar dan tolak, komposisinya masih didominasi atlet-atlet dari kabupaten Merauke.

Untuk nomor-nomor lari jarak menengah dan jauh (nomor 800 meter, 1500 meter, 5000 meter hingga Marathon) masih sulit ditemukan.

“Kalaupun ada sangat minim dan atletnya kemungkinan berasal dari kabupaten-kabupaten yang ada di kawasan Meepago seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya dan Mimika maupun di Kawasan Lapago seperti kabupaten Puncak, Puncak Jaya, Tolikara, Lanny Jaya, Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, dan Yalimo ” kata Maniani.

Berdasarkan pemetaan tersebut, kata Maniani, sepatutnya pengurus PASI di daerah melakukan pembinaan secara terukur dan berkesinambungan sesuai nomor unggulan.

Dari PON ke PON sudah terlihat dan terdata secara spesifik bahwa nomor-nomor lari jarak pendek masih dominan atletnya berasal dari kawasan Teluk Cenderawasih. Sedangkan lempar dan tolak di Merauke dan lari jarak jauh bisa berasal dari pegunungan Papua.

“Pemetaan ini yang perlu jadi dasar pembinaan di daerah,” kata Maniani. (*)

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top