Presiden Bougainville bertemu dengan ‘Raja’ Musingku

papua nugini
‘Raja’ Noah Musingku bertemu dengan Presiden Bougainville, Ishmael Toroama, di Tonu, 22 Januari 2021. - ABG / Anthony Kaybing
Papua No.1 News Portal | Jubi

Buka, Jubi – Pemimpin suatu gerakan pemberontak di Bougainville telah bertemu dengan presiden daerah otonom Papua Nugini itu sebagai sebuah tanda rekonsiliasi.

Presiden Ishmael Toroama melakukan kunjungan ke sebelah selatan Bougainville, di mana dia bertemu langsung dengan pemimpin U-Vistract, Noah Musingku, yang menjadi ‘Raja’ atas apa yang ia sebut sebagai Kerajaan Papaala.

Pada 1997, Musingku membentuk U-Vistract, sebuah program keuangan alternatif yang sejak itu telah disebut sebagai sebuah skema piramida. Ia bahkan pernah mencuri perhatian pemerintah tetangga PNG, Kepulauan Solomon.

Setelah banyak investor kehilangan uang akibat U-Vistract, dan otoritas PNG lalu mengejarnya, Musingku telah menghabiskan sebagian besar dari dua dekade terakhir bersembunyi. Ia dijaga oleh pendukungnya yang bersenjata di daerah terpencil Distrik Siwai.

Presiden Toroama akhirnya bertemu dengan Musingku pada Jumat, 22 Januari 2021, untuk menyaksikan upacara rekonsiliasi antara Menteri Polisi, Thomas Tari, dan faksi U-Vistract di Tonu.

Di Tonu-lah terjadi penyerangan oleh polisi pada 2006 yang mengakibatkan beberapa korban tewas dan luka-luka berat, serta menyebabkan ketegangan antara Pemerintah Otonom Bougainville dan U-Vistract.

Kantor Presiden Toroama menyebut rekonsiliasi itu sebagai langkah yang signifikan dalam menyatukan Bougainville dan membawa faksi tersebut ke sisi pemerintah ABG.

Loading...
;

Sebuah pernyataan dari kantor itu menekankan bahwa rekonsiliasi mewajibkan agar ‘kewajiban adat dipenuhi oleh kedua belah pihak untuk menandai akhir dari konflik dan perasaan saling tidak suka antara ABG dan faksi U-Vistract’.

Saat ini ABG sedang dalam tahap awal konsultasi dengan pemerintah nasional PNG tentang kelanjutan hasil referendum kemerdekaan 2019.

Presiden Toroama menegaskan kepada Musingku tentang pentingnya persatuan sementara pemerintahnya terus “menyambut baik proses Bougainville jika semua masyarakat bersatu dan bekerja bersama-sama ketika kita mengesampingkan konflik untuk menciptakan Bougainville yang sejahtera.”

Gerakan U-Vistract ini memilih untuk tidak berpartisipasi dalam Perjanjian Perdamaian Bougainville yang mengakhiri perang saudara di kawasan itu dua puluh tahun lalu. Mereka juga memilih untuk tidak berpartisipasi dalam referendum, yang merupakan puncak dari perjanjian tadi, dengan alasan bahwa Musingku telah memproklamasikan kemerdekaan di Papaala. (RNZI)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top