Presiden Heine siap hadapi mosi tidak percaya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Kekhawatiran atas proposal pembangunan yang diajukan untuk investasi asing di Kepulauan Marshall telah meledak, dan presiden negara itu menyalahkan pengaruh Tiongkok setelah sejumlah anggota parlemen mengajukan mosi tidak percaya terhadap dirinya, yang juga merupakan pendukung proyek pembangunan tersebut.

Pada Senin ini (12/11/2018), Nitijela Kepulauan Marshall, atau parlemen nasional, akan memilih apakah mereka akan menggeser Hilda Heine, kepala negara perempuan pertama dan satu-satunya di Pasifik, setelah delapan senator mengajukan mosi terhadapnya.

Menurut mosi itu, rencana oleh pemerintah Dr. Heine untuk memperkenalkan cryptocurrency sebagai alat bayar yang sah, telah mencemari reputasi Kepulauan Marshall.

Mosi itu juga menuduh pemerintahannya telah berlaku tidak adil, kepada rakyat di pulau-pulau terluar.

Senator Casten Nemra, yang memulai mosi itu, mengatakan pemerintah juga telah gagal dalam menyelidiki dana sebesar $ 1 miliar, yang dikeluarkan secara ilegal dari dana trust Kepulauan Marshall tahun lalu.

Dr. Heine merincikan kepada RNZ Pacific, alasan yang didaftar untuk mosi tidak percaya itu adalah ‘smokescreen’, upaya untuk menyembunyikan masalah yang sebenarnya sedang terjadi.

Loading...
;

“Mosi tidak percaya ini sebenarnya terkait apa yang disebut Rongelap Atoll Special Administrative Region, atau skema RASA, yang merupakan upaya dari kepentingan asing tertentu untuk mengendalikan salah satu atol kita, dan mengubahnya menjadi suatu negara baru di dalam negara kita sendiri,” katanya.

Kepentingan asing itu, ungkapnya, adalah dari Tiongkok.

Skema RASA adalah rencana ambisius untuk Atol Rongelap, termasuk pelabuhan laut bebas-pajak yang baru dan tunjangan-tunjangan lainnya, untuk perusahaan lepas pantai yang terdaftar di atol itu.

Skema ini diumumkan di Asia World Expo di Hong Kong pada April lalu, di hadapan ribuan investor.

RASA adalah usaha bersama dari pengusaha Tiongkok, dan warga negara Kepulauan Marshall, Cary Yan, Juru Bicara parlemen, Kenneth kedi, serta Kessai Note, seorang Senator dan Mantan Presiden Kepulauan Marshall.

Dr. Heine mengatakan dia yakin koalisi akan bertahan dalam pemungutan suara pada hari Senin.

”Jika jajak pendapat dilakukan hari ini, dugaan saya adalah bahwa lebih dari 60 persen anggota parlemen (Marshall) akan menentang mosi tidak percaya, karena mereka tahu itu tidak memiliki dasar.” (RNZI)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top