Direktur LP3BH Manokwari desak Presiden Jokowi perintahkan evaluasi total Otsus Papua

papua
Yan Christian Warinussy, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari. Papua Barat. (Jubi/Hans Arnold Kapisa)

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Berkenaan dengan akan berakhirnya pemberian dukungan Pemerintah Pusat melalui dana otonomi khusus (otsus) bagi Papua, Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian, dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, mendesak Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan pelaksanaan evaluasi total terhadap pemenuhan amanat dari Undang Undang RI No.21 Tahun 2001 Tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua.

“Menurut pandangan saya selaku advokat dan pembela Hak Asasi Manusia (HAM), amanat pasal 78 UU Otsus bahwa evaluasi dilakukan setiap tahun,” kata Warinussy, sebagaimana tertuang dalam rilis pers yang diterima Jubi di Jayapura, Sabtu (28/11/2020).

Lebih jauh Warinussy mengatakan evaluasi pelaksanaan otsus mendesak dilakukan sekarang dengan prakarsa pertama dan utama dari rakyat Papua. Suara rakyat Papua dapat diwakili dan atau diwadahi oleh Majelis Rakyat Papua (MRP) dan Papua Barat, juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua serta Papua Barat.

Warinussy memaparkan evaluasi harus dilakukan dengan sedikitnya menjawab tiga pertanyaan utama. Pertama, apa yang menjadi mandat dari setiap Bab (24 Bab) dan Pasal (79 Pasal) dari UU Otsus Papua. Kedua, bagaimana implementasi mandat-mandat dari setiap Bab dan setiap pasal tersebut dalam prakteknya selama 20 tahun, baik di Provinsi Papua maupun di Provinsi Papua Barat. Ketiga, bila mandat tersebut dalam praktek implementasinya tidak sesuai atau tidak dilaksanakan, apa hambatan dan atau kendalanya serta bagaimana agar dalam masa depan dapat diwujud-nyatakan.

“Sehingga dengan evaluasi dapat diperoleh informasi yang mampu dijadikan sebagai landasan hukum dalam merumuskan pola penyelesaian masalah sepanjang 20 tahun atau 25 tahun Pemerintah Pusat memberikan dana otsus untuk dua provinsi ini,” kata Warinussy.

“Evaluasi juga menjadi penting untuk menunjukkan kepada negara bahwa rencana  pemekaran wilayah provinsi atau kabupaten/kota di Tanah Papua sesungguhnya menjadi penting didasarkan pada amanat pasal 76 UU Otsus Papua,” imbuhnya.

Baca juga: DAP Domberai dan Bomberai minta RDP Otsus tak terkontaminasi

Loading...
;

Mekanisme dan prosedurnya, kata Warinussy, harus dilakukan dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari MRP/MRPB dan DPRP/DPRP, serta setelah memperhatikan sungguh-sungguh empat faktor yaitu kesatuan sosial budaya, kesiapan sumber daya manusia, kemampuan ekonomi, serta perkembangan di masa datang.

“Itulah sebabnya, menurut pandangan hukum saya, pelaksanaan rapat dengar pendapat belum lama ini oleh MRP, sesungguhnya penting untuk difokuskan pada pentingnya penyelenggaraan evaluasi sesuai amanat pasal 78 sebagai landasan konstitusional dalam merancang perubahan atas UU No.21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua,” kata Warinussy.

Melalui evaluasi tersebut, lanjut Warinussy, juga dapat diketahui seberapa jauh implementasi kebijakan Otsus di Tanah Papua telah memberi pengaruh bagi dibangunnya perdamaian.

“Juga akan bisa diketahui dari evaluasi mengenai apakah dana otonomi khusus yang setara 20 persen setara 2 persen menurut ketentuan pasal 34 ayat (3) huruf c, angka 2 UU Otsus Papua tersebut telah memberi manfaat langsung yang dirasakan dan atau dinikmati oleh rakyat Papua. Ataukah dana tersebut justru hanya berhenti pada kalangan birokrat di Dok 2 Jayapura atau Arfay Gunung saja,” kata Warinussy.

“Atau apakah dana tersebut justru juga “terkuras” untuk mendukung pelaksanaan operasi keamanan di Tanah Papua. Bagaimana bentuk mekanisme dan prosedur akuntabilitas atau pertanggung-jawabannya. Itulah sebabnya, saya mendesak terus agar evaluasi menjadi penting harus dilakukan dalam konteks Otsus menurut UU No.21 Tahun 2001 tersebut,” pungkas Warinussy. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top