Presiden Kepulauan Marshall kalahkan mosi tidak percaya

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Majuro, Jubi – Presiden Kepulauan Marshall, Hilda Heine, berhasil menang dari mosi tidak percaya setelah pemungutan suara internal, Senin (12/11/2018), dimana parlemen terbagi rata dengan suara 16-16.

Pendukung mosi itu memerlukan 17 suara untuk bisa menggulingkan Heine dari jabatanya. Pemungutan suara dilakukan dengan 32 dari 33 anggota parlemen (MP) hadir, karena satu MP sedang berada di luar negeri untuk perawatan kesehatan.

Presiden Heine, Menteri Keuangan, Brenson Wase, dan Menteri Luar Negeri, John Silk, memberikan tanggapan yang berlangsung sepanjang 45 menit, terhadap lima alasan yang diberikan oleh pendukung mosi itu, dimana Heine mengatakan bahwa pemberian suara itu seperti ‘referendum tentang politik kita sendiri.’

Menteri Keuangan, Wase, mengatakan bahwa kritik terhadap pemerintah, untuk terus maju dengan rencana penggunaan mata uang digital itu, telah diterima secara meluas. Sejumlah negara lainnya di Pasifik mengikuti Kepulauan Marshall, dengan mengumumkan rencana mereka sendiri terkait mata uang digital, dan meminta dukungan dari Dana Moneter Internasional (IMF).

Dia juga mengungkapkan penundaan dalam merilis mata uang digital Kepulauan Marshall, ‘SOV’, diakibatkan negara itu masih berupaya untuk memenuhi persyaratan AS, Uni Eropa, dan lain-lain.

Menteri Luar Negeri, John Silk, mengatakan pengakuan internasional yang diberikan kepada Heine dan pemerintahannya, menunjukkan bahwa perlawanan blok oposisi yang mengklaim pemerintah telah merusak reputasi negaranya di dunia internasional, itu salah.

Loading...
;

Dia menekankan jumlah badan donor yang menggandakan dana hibah tahunan mereka, dan kepemimpinan negara itu dalam berbagai kelompok iklim global.

Sejumlah senator dari kubu oposisi Casten Nemra, Bruce Bilimon, dan Alfred Alfred, Jr. membalas, mempertanyakan pemerintah karena kurangnya transparansi dalam penanganan kasus pencurian uang dari dana trust nasional pada tahun 2017, dan mengatakan pemerintah telah merampas hak-hak warga, untuk memilih dengan menghilangkan opsi pemungutan suara menggunakan pos, untuk penduduk pulau-pulau yang tinggal di pulau-pulau terpencil.

Ruang parlemen itu, Senin lalu, sesak dipenuhi dengan penonton yang datang untuk menonton debat dan pemungutan suara.

Segera setelah hasil itu dikonfirmasikan, Juru Bicara Parlemen, Kenneth Kedi, yang juga mendukung mosi tidak percaya tersebut, mengucapkan selamat kepada Heine dan Kabinetnya. (RNZI)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top