Follow our news chanel

Pria Singapura ini didakwa karena gaya protesnya

Papua, demonstran
Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Papua No.1 News Portal

Jakarta, Jubi – Seorang warga Singapura Jolovan Wham, 40 tahun, dituntut karena melakukan protes sendirian tanpa izin dengan memasang karton bergambar wajah tersenyum di luar kantor polisi. Polisi mengatakan, Jolovan Wham memiliki beberapa perselisihan dengan pihak berwenang di Singapura, yang secara ketat mengontrol pertemuan publik, media dan kebebasan berbicara.

Ia akan secara resmi didakwa di pengadilan pada hari Senin, (23/11/2020) pekan depan. Tuduhan itu terkait dengan insiden Maret lalu, saat Wham menunjukkan dukungannya kepada seorang aktivis lingkungan muda, yang mengatakan dia telah diinterogasi oleh polisi atas protes serupa beberapa hari sebelumnya. Saat itu Wham mengunggah foto dirinya memegang gambar wajah tersenyum di akun media sosialnya.

Baca juga : Warga Thailand protes pemblokiran situs porno

Muslim Utsul protes larangan berhijab oleh pemerintah Cina

Palestina dihapus dari Google Maps menuai protes

Pegiat kampanye hak-hak sipil itu, yang telah menjalani hukuman penjara singkat tahun ini, akan didakwa berdasarkan Undang-Undang Ketertiban Umum, yang mengatur pertemuan dan protes di tempat-tempat umum, menurut lembar dakwaan yang diposting Wham di Twitter. Dia menghadapi denda hingga S$ 5.000 sekitar Rp 52,7 juta.

Loading...
;

Polisi Singapura mengkonfirmasi Wham telah diberitahu tentang dakwaan tersebut tetapi tidak segera memberikan komentar lebih lanjut.

“Tuduhan terhadap saya ini hanya menunjukkan betapa tidak masuk akalnya situasinya,” kata Wham dalam pesan teks.

Ia menolak bersalah dan menyebut apa yang ia lakukan dalam sebuah protes adalah penyalahgunaan bahasa Inggris.

ÔÇťBagaimana bisa satu orang berdiri di depan umum selama beberapa detik untuk sebuah foto bisa menjadi ancaman bagi ketertiban umum?” kata Wham.

Peneliti Amnesty International Asia Tenggara Rachel Chhoa-Howard mengatakan insiden itu adalah contoh lain dari tindakan represif pemerintah Singapura untuk menekan protes damai Wham. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top