Produksi film tentang jurnalis tolak sumbangan dari MBS

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Jakarta, Jubi – Sebuah film biopic yang mengangkat kisah hidup jurnalis foto asal Amerika Serikat, Lynsey Addario menjadi sorotan di tengah kasus pembunuhan wartawan Arab Saudi Jamal Khashoggi.

Perusahaan produsen film Warner Bros kini sedang menggarap sebuah film berdasarkan memoar Addario, “Its What I Do," yang disutradarai Ridley Scott dan dibintangi aktris Scarlett Johansson.

Menurut the Intercept, salah satu sosok terkenal yang terkait dengan film ini adalah Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Muhammad bin Salman atau MBS. Dia dilaporkan tertarik menjadi salah satu penyandang dana pembuatan film ini.

Dalam wawancara langsung di jejaring sosial Facebook dengan jurnalis the New York Times, Nicholas Kristof dua hari lalu Addario mengungkap soal alasan Pangeran bin Salman ditolak dari pendanaan film itu.

"Scarlett Johansson mengatakan tidak mau. Dia bilang, Orang ini adalah pembuat perang di Yaman. Dia memenjarakan perempuan,'" kata Addario kepada Kristof.

Ini bukan kali pertama Johansson dan Addario berada di pihak yang berseberangan. Ia sebelumnya menuai kritik karena menjadi juru bicara bagi perusahaan Israel SodaStream yang beroperasi di Tepi Barat. 

Loading...
;

Di sisi lain Addario menjadi sorotan lantaran dipaksa untuk melepaskan pakaian ketika digeledah oleh militer Israel.

"Saya tidak bertemu dengan dia (bin Salman) langsung. Tapi saya rasa film saya ini bisa dijadikan kampanye pencitraannya. Dia ingin memperlihatkan dia juga dekat dengan Hollywood." kata Addario menegaskan. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top