Follow our news chanel

Previous
Next

Produksi padi daerah ini terancam serangan hama tikus

Ilustrasi padi - Jubi/Aries Munandar
Produksi padi daerah ini terancam serangan hama tikus 1 i Papua
Ilustrasi padi – Jubi/Aries Munandar

Luas areal persawahan yang kini sudah terserang hama tikus dilaporkan mencapai 142 hektare.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Karawang, Jubi – Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Jawa Barat, menyatakan sejumlah areal sawah yang tersebar di 18 kecamatan terancam serangan organisme pengganggu tanaman jenis hama tikus. Tercatat hinga akhir Januari 2020 serangan hama tikus mengancam 1.665 hektare areal persawahan, tersebar di 18 kecamatan sekitar Karawang.

“Sekarang ini banyak laporan serangan hama tikus,” kata Kepala Seksi Perlindungan Tanaman Padi dan Palawija Dinas Pertanian Karawang, Yuyu Yudaswara, Jumat, (7/2/2020).

Baca juga : Inventarisasi lahan pertanian untuk ketersediaan pangan saat PON 2020

Inventarisasi lahan pertanian untuk ketersediaan pangan saat PON 2020

Dinas Pertanian Dan Tanaman Pangan Merauke Rekrut Tenaga Pionir

Loading...
;

Sedangkan luas areal persawahan yang kini sudah terserang hama tikus dilaporkan mencapai 142 hektare. Areal sawah yang sudah terserang hama tikus itu di antaranya  di Kecamatan Lemahabang, Jatisari, Cibuaya, serta Kecamatan Rawamerta.

Menurut Yuyu, dari sekian banyak jenis organisme pengganggu tanaman, saat ini baru hama tikus yang menyerang areal sawah di wilayah Karawang. Ia mengimbau  para petani melakukan gropyokan atau gerakan massal pengendalian hama tikus. “Itu bisa dilakukan sebelum tanam bagi yang belum tanam,” kata Yuyu menyarankan.

Areal sawah yang sudah tanam bisa dilakukan dengan pemasangan Trap Barrier System (TBS) atau Linear Trap Barrier System (LTBS). TBS imerupakan teknik pengendalian tikus yang mampu menangkap banyak tikus sawah secara terus-menerus selama musim tanam. Sedangkan LTBS  berupa bentangan pagar plastik setinggi 60 hingga 70 centimeter, sepanjang minimal 100 meter. Bubu perangkap LTBS dipasang setiap 20 meter berselang-seling agar mampu menangkap tikus dari arah habitat dan sawah.

“LTBS i dirancang berdasarkan pergerakan harian tikus sawah yang selalu berpola pergi-pulang antara lokasi bersarang dan tempat makan,” katanya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top