Follow our news chanel

Protes baru kembali guncang Hong Kong

Papua, demonstran
Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com
Protes baru kembali guncang Hong Kong 1 i Papua
Ilustrasi protes demontrasi, pixabay.com

Kota tersebut kembali diguncang kerusuhan terkini sehubungan dengan rancangan undang-undang ekstradisi, yang sekarang telah dibekukan.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Hong Kong, Jubi– Hong Kong kembali terperosok ke dalam kekacauan saat pemrotes berpawai di luar kantor pejabat kehakiman, menghalangi jalan dan memaksa pekerja pergi, kamis (27/6/2019). Kota tersebut kembali diguncang kerusuhan terkini sehubungan dengan rancangan undang-undang ekstradisi, yang sekarang telah dibekukan.

Jutaan orang turun ke jalan-jalan dalam tiga pekan belakangan ini guna menuntut agar RUU itu, yang akan mengizinkan tersangka pelanggar hukum pidana dikirim di China Daratan untuk diadili di pengadilan yang dikuasai oleh Partai Komunis China, dihapus sama sekali.

“Saya kira gerakan ini sangat berhasil sebab sekali ini sasarannya sangat jelas,” kata seorang pemrotes, Ken Yau.

Berita terkait : Ribuan warga Hongkong protes UU ekstradisi baru

Aktivis Hong Kong Joshua Wong  ditahan di Thailand

Loading...
;

Sutradara Film Hong Kong nyaris diperkosa calon pilot

Protes pada hari Kamis itu berbeda dengan gerakan demokrasi 2014 di Hong Kong, yang melumpuhkan banyak bagian pusat keuangan di Asia itu selama 79 hari.

“Saya berusia 11 tahun ketika Gerakan Payung berlangsung. Saya hanya pergi ke lokasi yang diduduki beberapa kali bersama keluarga saya,” katanya.

Di bawah panas yang menyengat dengan suhu 32 derajat Celsius, sebagian pemrotes meneriakkan, “Cabut hukum jahat, bebaskan para pahlawan … Teresa Cheng, keluar” sabagai rujukan kepada menteri kehakiman.

Polisi membentuk pengepungan yang memblokir demonstran, dan seorang perwira memegang spanduk yang memperingatkan mereka agar menjauh. Baku-hantam kecil terjadi antara kelompok pro-demokrasi Demosisto dan petugas.

Kepala Polisi Stephen Lo, memperingatkan mengenai konsekuensi dari meletusnya kerusuhan dan mengutuk apa yang ia katakan sebagai lingkungan permusuhan sehingga tugas personelnya jadi sulit.

Pada dini hari, polisi anti-huru-hara sambil memegang pentungan dan tameng memburu puluhan pemrotes saat mereka menerobos pengepungan terhadap markas besar polisi. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top