Protes rakyat Kuba, Biden : sistem komunisme gagal

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menyebut Kuba negara yang gagal menjalankan sistem komunisme. Hal itu ia sampaikan saat melihat Kuba dilanda gelombang protes anti-pemerintah negara komunis itu.

“Kuba sayangnya adalah negara yang gagal dan menindas warganya. Ada beberapa hal yang akan kami pertimbangkan untuk dilakukan untuk membantu rakyat Kuba. Misalnya, kemampuan mengirim uang kembali ke Kuba,” kata Biden dalam konferensi pers, Kamis (15/7/2021) kemarin.

Baca juga : Raul Castro serahkan partai komunis Kuba ke generasi muda

 Aktor Jackie Chan ingin jadi anggota partai komunis 

Ini alasan Trump larang warga AS bawa cerutu Kuba usai melancong

Binden menyebut sejumlah bantuan yang ia rencanakan itu itu akan dilakukan dengan pertimbangan dalam keadaan berbeda. “Atau jaminan bahwa mereka tidak akan dimanfaatkan oleh pemerintah Kuba,” kata Biden menambahkan.

Loading...
;

Selama konpers berlangsung Biden juga mengatakan AS tengah mencari cara untuk memulihkan akses internet di Kuba.

Namun, hal tersebut mengindikasikan bahwa Negeri Paman Sam tak mempertimbangkan kembali pengiriman uang ke Kuba karena khawatir pemerintah akan menyita dana itu. Banyak warga AS yang mentransfer uang ke kerabatnya di Kuba

“Kami tidak akan melakukannya sekarang, karena faktanya sangat mungkin rezim akan menyita kiriman uang itu atau sebagian besar darinya,” kata Biden.

Menurut dia, komunis sebagai sistem yang gagal bahkan secara universal. “Dan saya tidak melihat sosialisme sebagai pengganti yang sangat berguna. Tapi itu lain hal,” ujar Biden menjelaskan.

Tercatat ribuan warga Kuba turun ke jalan menuntut kebebasan sipil, krisis ekonomi dan penanganan pandemi oleh pemerintah menuntut Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel mundur. Aksi tersebut menjadi kerusuhan terbesar sejak 1994.

Imbas protes yang meluas pemerintah Kuba mencabut akses internet. Situs Netblock menunjukkan bahwa Facebook, Whatsapp, Instagram dan beberapa server Telegram mengalami gangguan.

Diaz-Canel menuding AS terlibat dalam protes massal itu. Melalui kampanye di media sosial, banyak orang terprovokasi sehingga ikut turun ke jalan. Pemerintah juga menuduh adanya tentara bayaran.

Selain itu Diaz Canel juga menyalahkan AS atas kondisi ekonomi yang menimpa negara pimpinannya dengan dalih Washington telah memberlakukan sanksi kembali terhadap Kuba. Di antaranya pembatasan perjalanan dan embargo perdagangan.

Di Era kepresidenan Barack Obama, sanksi itu dilonggarkan. Namun saat Donald Trump memimpin sanksi tersebut diterapkan kembali dan berlanjut di era Biden. (*)
CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top