PT Rajawali Jayapura Perkasa siap bekerja sama dengan pemerintah kembangkan bisnis transportasi

Direktur Utama PT Rajawali Jayapura Perkasa saat diwawancarai di Sentani. -Jubi/ Engel Wally

Papua No.1 News Portal | Jubi

Sentani, Jubi – Direktur Utama PT Rajawali Jayapura Perkasa (RJP), Nelson Yohosua Ondi, mengaku siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura dan semua pihak yang berkepentingan dalam pengembangan bisnis transportasi di Kabupaten Jayapura secara khusus dan Papua pada umumnya.

Nelson menjelaskan, dalam waktu dekat perusahaan yang dipimpinnya ini akan mengembangkan bisnis transportasi pada areal Bandar Udara (Bandara) Sentani, juga untuk jasa transportasi umum lainnya.

Nelson memilih bisnis jasa transportasi di areal Bandara Sentani karena satu-satunya pintu masuk ke Papua. Selain itu, melalui bisnis transportasi yang dikembangkan ini, diharapkan akan berdampak positif bagi daerah dalam hal Pendapat Asli Daerah (PAD), juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

“Setelah diambil alih oleh Angkasapura, jasa transportasi atau rental mobil di bandara masih dalam aturan kontrak dengan sejumlah koperasi bandara dan perusahaan yang bekerja secara manual tanpa aplikasi,” ujar Nelson, saat ditemui di Sentani. Sabtu (20/6/2021).

Menurutnya, jasa transportasi kendaraan roda empat yang dikembangkan ini akan menggunakan sistem aplikasi yang lazim digunakan di luar Papua seperti Gojek, GoCar dan aplikasi transportasi lainnya. Kata dia, memanfaatkan sistem aplikasi jasa transportasi yang baru akan lebih maksimal dan mudah untuk mengelola sistem data dan keamanan bagi setiap pengunjung yang ke Papua.

“Jasa transportasi saat ini di Bandara Sentani hanya bekerja secara manual, dan tidak memberikan dampak positif seperti pendapatan asli bagi daerah. Aplikasi yang nantinya digunakan untuk menunjang kelancaran operasional jasa transportasi, tentunya akan berafiliasi dengan berbagai sistem. Karena dengan aplikasi ini database pengguna akan sangat jelas, arus keluar masuk orang melalui bandara juga bisa terpantau melalui aplikasi ini,” katanya.

Untuk kepentingan bisnis transportasi ini, kata Nelson, pihaknya telah mempresentasikan kepada Angkasapura dan Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura terkait kesiapan, fasilitas penunjang, Sumber Daya Manusia (SDM) yang digunakan serta hasil yang akan diperoleh nantinya.

Loading...
;

“Saat ini tinggal menunggu rekomendasi dari Dinas Perhubungan, pesan singkat melalui WhatsApp juga sudah kami sampaikan kepada Bupati Jayapura sebagai koordinasi tentang kesiapan kami,” katanya.

Terkait aplikasi, ia memprediksi apa yang ditawarkan nanti akan sangat mendukung dan memberikan kemudahan bagi pengendalian arus lalu lintas ketika PON XX dilaksanakan di daerah ini, apalagi Kabupaten Jayapura sebagai tempat penyelenggaraan event nasional empat tahunan ini.

“Dengan aplikasi yang kami tawarkan nanti, tentunya akan membantu semua kerja-kerja pihak kemanan maupun pihak-pihak yang membutuhkan data dari para pengguna jasa transportasi yang kami sediakan. Dari hasil koordinasi kami dengan pihak Angkasapura, ada kuota khusus yang diberikan kepada kami untuk mengembangkan jasa transportasi ini. Dengan 100 hingga 300 kendaraan lebih awal dan ke depannya semua jasa transportasi di bandara akan kami jalankan dengan sistem aplikasi,” katanya.

Selain bisnis transportasi, bisnis jasa keamanan juga digelutinya untuk memberikan peluang kerja bagi anak-anak muda di Papua. Sebagai perusahaan yang memiliki sertifikasi jasa kemanan, ia mengaku sudah banyak potensi anak muda yang dipekerjakan di berbagai lembaga dan kantor-kantor, baik swasta, perbankan dan pemerintah.

Sebagai anak muda, dirinya berharap agar generasi saat ini tidak hanya berpangku tangan dengan mengharapkan sesuatu yang sifatnya instan tanpa ada daya dan upaya yang dilakukan. Menurutnya pengusaha muda di daerah ini lebih banyak menunggu dan tidak menjemput bola, untuk menciptakan sesuatu yang baru sebagai jenis usaha dan lapangan pekerjaan yang dikelola secara profesional.

“Harapan kami, ini perusahaan lokal yang memiliki branding. Sama seperti pemilik Grab, Gojek, dan GoCar yang bekerja secara sistem online. Pemiliknya juga anak-anak muda, dan ini menjadi motivasi saya untuk menciptakan satu unicorn anak muda yang muncul dari timur Indonesia,” katanya. (Advetorial)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top