Puluhan dokter gelar aksi di Kejari Pekanbaru

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

Pekanbaru, Jubi – Puluhan dokter dari berbagai asosiasi menggelar solidaritas di depan kantor Kejaksaan Negeri Pekanbaru, pada Selasa, (27/11/2018). Aksi dilakukan oleh asosiasi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Bedah Indonesia (IKABI) dan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI).

Aksi mereka untuk menunjukan keprihatinan ditahannya tiga dokter bedah RSUD Arifin Achmad Pekanbaru yang dituding korupsi alat kesehatan.

"Ini sebagai bentuk solidaritas kami," kata wakil koordinator lapangan, dr Andre, saat menggelar aksi solidaritas.

Andre menyebutkan aksi mereka itu meminta agar Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru menangguhkan penahanan kepada tiga dokter yang berstatus tersangka.

Kepala Seksi Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Pekanbaru, Sri Odit Megonondo menyatakan

Lembaganya menahan lima orang terdakwa kasus korupsi alat kesehatan sehari sebelumnya.

Loading...
;

“Mereka terdiri dari tiga dokter spesialis bedah dan dua pengusaha,” kata Sri Odit.

Mereka statusnya terdakwa karena sudah diserahkan berkas tahap II. Sebelumnya kelima dokter itu tidak ditahan oleh Polresta Pekanbaru.

“Namun, hari ini semuanya kita lakukan penahanan untuk 20 hari ke depan," Sri Odit menjelaskan.

Ketiga dokter tersebut adalah, drg Masrial, dr Kuswan Ambar Pamungkas, dr Wili Yulifar yang berstatus sebagai ASN di rumah sakit umum Arifin Achmad Pemprov Riau di Pekanbaru. Sedangkan kedua tersangka lainnya pengusaha alat kesehatan di antaranya  Muhklis Yuni Efriati.

"Kasus dugaan korupsi ini telah merugikan negara sekitar Rp420 juta berdasarkan hitungan BPKP Perwakilan Riau," kata Sri Odit menjelaskan.

Tercatat proyek alat kesehatan ini dikorupsi pada tahun 2012 hingga 2013 lalu. Masing-masing dokter melakukan penggelembungan anggaran pembelian alat untuk operasi.  Modus yang dilakukan dana pembelian alat kesehatan speslistik pelayanan bedah sentral ini diambil dari dana pendapatan jasa layanan di RSUD Arifin Achmad.

"Mereka menaikan harga alat-alat kesehatan yang akan dipakai habis saat operasi. Para dokter bekerja sama dengan penyedia menaikan harga peralatan tersebut," katanya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top