Loading...

TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Puluhan orang tewas akibat gempa magnitudo 5,6 di Afghanistan,

Papua
Ilustrasi retak akibat gempa, pixabay.com

 

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 mengguncang Afghanistan barat pada Senin (17/1/2022) kemarin telah menewaskan 22 orang.  Gempa bumi mengguncang bagian barat Provinsi Badghis, yang berbatasan dengan Turkmenistan, itu juga membuat ratusan rumah rusak.

“Sayangnya, laporan awal kami menunjukkan bahwa 22 orang, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dan empat lainnya terluka,” kata direktur Informasi dan Kebudayaan pemerintah provinsi Badghis, Baz Mohammad Sarwari, Selasa (18/1/2022).

Sarwari mengatakan tim penyelamat telah tiba di beberapa daerah yang terdampak gempa. Namun ia juga mengingatkan bahwa jumlah korban kemungkinan masih dapat meningkat sebab Badghis merupakan provinsi yang berada di kawasan pegunungan dan cukup sulit digapai.

Kepala Pusat Operasi Darurat Kementerian Negara Urusan Darurat, Mullah Janan Saeqe, membenarkan jumlah korban tewas. Ia juga mengabarkan lebih dari 700 rumah rusak.

Baca juga : Kondisi memprihatinkan Haiti yang dilanda gempa korban tewas hampir 2 ribu jiwa
Puluhan bangunan di Turki runtuh akibat gempa
Gempa 75 SR guncang Rabaul PNG 

Kepala unit perawatan di rumah sakit di ibu kota Badghis, Sanullah Sabit, mengatakan pihaknya telah menerima lima pasien yang terluka akibat gempa. Ia menyebut para pasien yang dilarikan sebagian besar mengalami patah tulang.

Sedangkan menurut Pusat Seismologi Eropa-Mediterania, gempa berkekuatan 5,6 M itu berada pada kedalaman 30 kilometer (sekitar 19 mil).

Afghanistan merupakan negara yang sering dilanda gempa bumi, terutama di pegunungan Hindu Kush, yang terletak di dekat persimpangan lempeng tektonik Eurasia dan India.

Pada tahun 2015, hampir 280 orang tewas ketika gempa berkekuatan 7,5 SR yang berpusat di pegunungan melanda Asia Selatan. 12 gadis Afganistan dilaporkan tewas terinjak saat mencoba menyelamatkan diri dari gedung sekolah. (*)

CNN indonesia

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us