Puluhan perempuan korban perdagangan seks gugat Pornhub

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Perusahaan induk situs video porno Pornhub, Mindgeek digugat oleh 40 perempuan yang mengaku menjadi korban dari operasi perdagangan seks oleh mitra konten GirlsDoPorn.  Mereka korban GirlsDoPorn dan menuduh MindGeek mengetahui tuduhan terhadap perusahaan tersebut, tetapi tetap melanjutkan kemitraan.

Aduan tersebut, yang diajukan ke pengadilan California pada 15 Desember, mengatakan GirlsDoPorn memperjualbelikan ratusan perempuan usia sekolah menengah dan perguruan tinggi dengan menggunakan penipuan, pemaksaan, dan intimidasi, seperti dikutip dari ABC, 17 Desember 2020.

Baca juga :Warga Thailand protes pemblokiran situs porno

Samoa persiapkan diri lawan pornografi anak

Menghadapi tindak kejahatan revenge porn di Fiji

Gugatan tersebut menuntut ganti rugi sebesar US$ 40 juta setara Rp 564 miliar atau masing-masing korban menggugat US$ 1 juta atau Rp 14 miliar, serta uang yang diperoleh Mindgeek dari hosting dan promosi video mereka.

Loading...
;

Pengaduan tersebut mengatakan bahwa video tersebut tetap ada di situs Pornhub dan situs lain yang dimiliki oleh Mindgeek bahkan setelah tuduhan perdagangan seks diajukan, dengan beberapa konten video porno masih bisa diakses pada 12 Desember.

Aduan berisi tuduhan dari beberapa perempuan bahwa Pornhub gagal menghapus video setelah mereka melapor dan para korban telah memohon kepada perusahaan untuk menghapusnya.

Pengaduan tersebut mengatakan bahwa pada Agustus 2016, salah satu penggugat mengajukan permintaan penghapusan melalui portal penghapusan Pornhub.

“Saya akan bunuh diri jika (video) ini tetap di sini. Saya ditipu dan diberitahu bahwa ini hanya akan terjadi berada di DVD di negara lain. Tolong saya mohon, saya akan bayar ganti ruginya!” tulis permohonan korban kepada Pornhub, dikutip dari Ars Techinca.

Dia mengirim permintaan kedua di bulan yang sama kepada MindGeek untuk menghapus video dari Tube8.com, properti MindGeek lainnya, tulis gugatan tersebut.

Permintaan penghapusan ketiganya datang pada Mei 2017 setelah MindGeek terus memublikasikan videonya di PornHub.com.

Selain Pornhub, video GirlsDoPorn juga dihosting di properti MindGeek lain yang disebut sebagai “Tubesites” dalam gugatan tersebut. Video korban tetap di MindGeek’s Tubesites sampai setelah pemimpin GirlsDoPorn ditangkap pada Oktober 2019 ketika MindGeek akhirnya memutuskan untuk mengambil tindakan, kata pengaduan tersebut.

Pada Januari, seorang hakim California memerintahkan operator GirlsDoPorn untuk membayar hampir US$ 13 juta atau Rp 183 miliar kepada 22 perempuan yang ditipu dan dipaksa untuk merekam video porno. Situs GirlsDoPorn offline tak lama setelah keputusan itu, Ars Technica melaporkan.

Sedangkan FBI masih mencari pembuat GirlsDoPorn, Michael Pratt, yang menghadapi dakwaan kriminal perdagangan seks dan pornografi anak. Tuduhan juga diajukan terhadap pelaku GirlsDoPorn lainnya termasuk Ruben Andre Garcia dan Matthew Wolfe.

Pornhub menghadapi masalah yang meningkat di tengah tuduhan bahwa ia meng-hosting konten yang menampilkan eksploitasi seksual anak, kekerasan non-konsensual, pemerkosaan, dan materi ilegal lainnya. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top