Follow our news chanel

Previous
Next

Puluhan perusahaan Cina masuk daftar hitam AS

Papua
Ilustrasi, pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi Amerika Serikat memasukkan 24 perusahaan Cina ke dalam daftar hitam. Negara adidaya itu juga menargetkan beberapa individu yang diduga terlibat membangun fasilitas dan aksi militer di Laut Cina Selatan. “Kebijakan itu adalah sanksi pertama Washington ke Beijing atas sengketa lalu lintas pelayaran di Laut Cina Selatan,” tulis departemen Perdagangan AS, Rabu, (26/8/2020) kemarin.

Kementerian itu menuding sejumlah perusahaan Cina berperan dalam membantu militer Cina membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan yang dikutuk secara internasional di Laut Cina Selatan.

Baca juga : Tentang TikTok, Cina protes program jaringan bersih Amerika

Ancaman Sanksi AS, China : Kami tak takut

China akan membalas sikap ingris yang memblokir Huawei

Departemen Luar Negeri Amerika akan memberlakukan pembatasan visa pada para individu Cina yang bertanggung jawab atau terlibat, dan yang berhubungan dengan tindakan tersebut.

Loading...
;

Sebagian perusahaan yang masuk daftar hitam termasuk Guangzhou Haige Communications Group, beberapa perusahaan yang tampaknya terkait dengan China Communications Construction, serta Beijing Huanjia Telecommunication, Changzhou Guoguang Data Communications, China Electronics Technology Group dan China Shipbuilding Group.

Departemen Perdagangan Amerika mengatakan pihaknya akan membatasi penjualan barang Amerika kepada perusahaan Cina yang ada dalam daftar hitam, lebih terbatas lagi pada barang yang memiliki konten dan teknologi. Perusahaan tersebut masih bisa mengajukan izin lisensi berjualan, tapi ada syarat yang berat agar bisa disetujui.

Pejabat senior Departemen Perdagangan Amerika mengatakan bahwa ekspor ke perusahaan Cina ditargetkan relatif kecil, sekitar US$ 5 juta dalam lima tahun terakhir. Amerika menuduh Cina melakukan militerisasi Laut Cina Selatan dan mencoba mengintimidasi tetangga Asia yang mungkin ingin mengeksploitasi cadangan minyak dan gasnya yang besar.

Sedangkan China mengklaim hampir semua Laut China Selatan yang berpotensi kaya energi. Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Vietnam juga mengklaim sebagian wilayah yang dilalui perdagangan sekitar US $ 3 triliun setiap tahun.

Kapal perang Amerika telah melewati perairan Laut Cina Selatan untuk menegaskan kebebasan akses ke perairan internasional, menimbulkan kekhawatiran akan terjadi konflik terbuka.

Juru bicara kedutaan besar Cina di Washington mengutuk tindakan tersebut dan mendesak Amerika untuk membatalkannya. (*)

Editor : Edi Faisol

 

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top