Follow our news chanel

Puluhan sekolah model pamerkan capaian

Papua No. 1 News Portal | Jubi ,

LEMBAGA Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Papua menggelar Pameran Desiminasi Sekolah Model Implementasi untuk mempublikasikan hasil dari Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI).

Pameran yang diikuti 20 sekolah dari 28 model yang ada di Provinsi Papua diadakan di halaman kantor LPMP Papua, Kotaraja, Distrik Abepura, Kota Jayapura selama tiga hari, 20-23 Januari 2019.

SPMI merupakan kelengkapan dokumen delapan standar, urutan siklus penjaminan mutu, tim penjaminan mutu, dan penampilan karya inovatif dari karya peserta didik, serta prestasi yang sudah diraih dengan tujuan meningkatkan mutu pendidikan.

Sekolah yang mengikuti pameran satu SMP dari Kabupaten Merauke, satu SMP dan satu SMK dari Kabupaten Nabire, dua SMP dan satu SMA dari Kabupaten Keerom, satu SD dan satu SMP dari Kabupaten Jayapura, serta satu SMK, tiga SMP, dan lima SD dari Kota Jayapura.

Seksi Pemetaan Mutu dan Supervisi LMPM Papua, Kuswanto, yang juga koordinator kegiatan mengatakan pameran bertujuan agar pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bisa melihat langsung hasil dari sekolah yang sudah melakukan SPMI.

“Melalui pameran bisa diketahui kekurangan dari delapan standar yang harus dipenuhi, misalnya standar PTK, standar penilaian atau standar SKL, isi, proses, pembiayaan, serta sarana dan prasarana,” katanya kepada Jubi, Selasa, 22 Januari 2019.

Loading...
;

Ia mengatakan LMPM Papua sudah mendampingi 232 sekolah sejak 2016 dan tahun ketiga mengadakan pameran.

Pada akhir pameran, tambahnya, akan diberikan penghargaan kepada peserta pameran untuk menstimulan sekolah yang belum sempat mengikuti kegiatan.

"Tugas sekolah model adalah sekolah yang sudah dibina wajib mengimbaskan lima sekolah untuk dijadikan sekolah model di wilayahnya," ujarnya.

Kuswanto mengatakan bagi sekolah yang ingin berpartisipasi menampilkan prestasinya bisa mendaftar kepada LPMP Papua dengan membuat grup sekolah SPMI Papua.

"Kabupaten lain juga ingin berkontribusi, tapi kami masih terkendala dana, harapannya, pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten mau memperhatikan karena program SPMI ini sangat penting," katanya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Fachruddin Pasolo, mengatakan sekolah model menjadi potret dan motivasi bagi sekolah lain, khususnya di Kota Jayapura.

Ia menjelaskan sekolah yang berpartisipasi pada pameran desiminasi sekolah model adalah SMPN 6 Jayapura, SMP Al-Ihsan, SMPN 3 Jayapura, SDN 1 Kotaraja, SDN 1 Inpres, SDN Entrop, dan SD Gembala Baik. Sekolah rujukan di Kota Jayapura yaitu SMPN 1 Jayapura dan SMPN 5 Jayapura.

Pasolo memberikan apresiasi kepada sekolah di Kota Jayapura yang sudah menjadi sekolah rujukan dan sekolah model. Harapannya semua sekolah di Kota Jayapura menjadi sekolah model dan rujukan.

"Kalau banyak sekolah model maka sekolah itu menjadi lebih baik dari sisi kualitas dan lain, itu sesuai dengan visi Pak Wali Kota, sekolah di Kota Jayapura menjadi barometer, kalau berkembang secara baik maka bisa diangkat menjadi sekolah rujukan," ujarnya.

Menurutnya, kepala sekolah dan pemerintah daerah berperan penting dalam program tersebut, sehingga berdampak kepada mutu sekolah. Sekolah bermutu juga akan mempengaruhi lulusannya.

Kepala SMPN 6 Jayapura, Purnama Sinaga, mengatakan program sekolah model untuk pencapaian standar nasional pendidikan sehingga menjadi sekolah piloting.

Sejak 2016, katanya, SMPN 6 Jayapura diberikan dana pendampingan untuk melakukan perbaikan-perbaikan pada delapan standar nasional pendidikan. Kegiatan lebih fokus kepada empat standar yang menjadi prioritas untuk guru, seperti standar kelulusan, standar proses, standar isi, dan standar penilaian.

Sedangkan empat standar lainnya merupakan tanggung jawab dari kepala sekolah, seperti standar PTK, standar sarana-prasarana, pengolahan, dan pembiayaan.

"Setiap tahun kami melakukan evaluasi dari sekolah penjaminan mutu pendidikan atau peta mutu mulai dari guru, tata usaha, siswa, komite, kepala sekolah pengawas, mengisi instrumen dan diinput lewat Dapodik, lalu akan keluar hasil dari nilai mutu sekolah tersebut," katanya.

Berdasarkan nilai mutu tersebut sekolah membuat program pekerjaan untuk satu tahun ke depan, termasuk evaluasi kekurangan dan yang sudah dilakukan sehingga bisa diperbaiki dan ditingkatkan.

"Program yang sudah kami lakukan setahun terakhir di antaranya berkaitan dengan PPK penguatan pendidikan karakter dan pendidikan gerakan literasi," ujarnya.

Lalu, siklus sekolah model yaitu menyusun perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan setiap tahun dilakukan penetapan standar baru.

"Apabila sekolah model ini nilainya sudah mendekati standar nasional pendidikan maka diusulkan menjadi sekolah rujukan," ujarnya.

Seorang pengunjung, Stevani Saven, dari SMA YPPK Asisi, mengatakan bahwa pameran SPMI sangat bagus untuk memajukan pendidikan di Papua, khususnya di Kota Jayapura.

"Menambah pengetahuan, karena bermacam hasil kreativitas dan kerajinan tangan siswa juga ditampilkan di stan," ujarnya. (*)

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top