TERVERIFIKASI FAKTUAL OLEH DEWAN PERS NO: 285/Terverifikasi/K/V/2018

Puluhan warga Cina tewas akibat banjir terjang jalur kereta bawah tanah

papua, banjir
Foto ilustrasi banjir. - pixabay.com

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jakarta, Jubi – Tercatat 25 orang warga Cina tewas akibat banjir terjang jalur kereta bawah tanah di kawasan di Kota Zhengzhou, Provinsi Henan. Rekaman video detik-detik banjir yang  merendam stasiun kereta api bawah tanah yang menewaskan 25 orang ramai beredar di media sosial setempat.

AFP melansir, Kamis (22/7/2021), rekaman video amatir itu terlihat kepanikan para penumpang kereta bawah tanah yang berjuang untuk bertahan hidup di tengah kepungan air banjir yang terus ketinggiannya terus bertambah.

Di dalam rekaman itu terlihat para penumpang kereta api komuter bawah tanah Jalur 5 dihinggapi rasa panik akibat terjangan air banjir sangat deras masuk ke dalam stasiun hingga gerbong kereta.

Baca juga : Banjir bandang menimpa sebuah kota di China tewaskan 14 orang 

Banjir di Brazil tewaskan 52 orang

Sejumlah penumpang sangat ketakutan mereka bakal tenggelam akibat banjir. Sedangkan penumpang lainnya berupaya menyelamatkan anak mereka supaya tidak tenggelam.

Dalam sebuah video terlihat seorang penumpang perempuan mencoba memecahkan kaca jendela gerbong untuk bisa keluar menyelamatkan diri dari serbuan air banjir.

“Air terus masuk dari sela-sela pintu gerbong kereta, dan kami hanya bisa berdiri di atas bangku gerbong,” kata seorang saksi dalam rekaman yang diunggah di media sosial Weibo. Seorang penumpang lain kereta bawah tanah yang juga pengguna Weibo terpaksa kembali ke gerbong untuk menyelamatkan diri karena derasnya air banjir yang masuk ke stasiun itu.

“Dalam setengah jam ketinggian air terus naik, mulai dari mata kaki, lutut dan hingga setinggi leher. Jaringan listrik padam dan satu setengah jam kemudian kami mulai kesulitan bernapas,” kata saksi itu.

Tim penyelamat yang tiba lantas memecahkan kaca jendela gerbong dan menyelamatkan para penumpang. Namun, para penumpang terpaksa merelakan barang-barang mereka hilang ditelan banjir.

“Baju sampai tas ransel saya buang. Para penumpang berpegangan di tangga supaya bisa naik keluar dari stasiun,” kata seorang penumpang lelaki yang selamat bernama Zhang.

Penduduk setempat beralih menggunakan kereta bawah tanah untuk bepergian karena pemerintah menghentikan sementara kegiatan operasional moda transportasi darat lain akibat banjir.  Zhengzhou mengalami hujan lebat terus-menerus sejak Sabtu pekan lalu. Bahkan curah hujan itu dinilai yang paling lebat selama seribu tahun terakhir. (*)

CNN Indonesia

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending

Terkini

JUBI TV

Rekomendasi

Follow Us