Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Purek III USTJ angkat bicara soal tujuh tapol Papua

Tapol Papua
Tim penasihat hukum saat mengunjungi tujuh tahanan politik Papua di Kaltim - Jubi. Dok

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pembantu Rektor (Purek) III Universitas Sains dan Teknologi Jayapura (USTJ) Kota Jayapura, Papua, Ishak Rumbarar, mengatakan rasisme adalah persoalan dunia. Siapapun yang hidup di Tanah Papua, baik TNI, Polri, masyarakat, pejabat orang non-Papua, dan lain sebagainya seharusnya bisa berempati merasakan apa yang dialami mahasiswa Papua di Surabaya pada tanggal 16 Agustus 2020.

“Harus merasa sepenanggungan sebab berbicara mengenai ras berarti berbicara soal martabat manusia. Semua pihak di Papua tidak bisa saling menuduh siapa yang salah dan siapa yang benar. Faktanya bahwa hari ini peristiwa rasisme di Amerika bahwa siapapun tidak bisa membendung protes rasisme,” katanya dalam pesan yang diterima Jubi, Rabu (10/6/2020).

Purek III USTJ angkat bicara soal tujuh tapol Papua 1 i Papua

Rumbarar mengatakan perlakuan rasis sangat tidak adil dan irasional apabila para pelaku dihukum dengan hukuman yang sangat ringan dan dan korban dihukum dengan hukuman yang sangat berat.

“Ini sangat tidak adil bagi kami orang Papua,” katanya.

Rumbarar menambahkan setiap mahasiswa yang membuat aktivitas di kampus, baik itu demo, seminar, atau kegiatan lain, mereka selalu berkoordinasi dengan pihak kampus dan mengikuti aturan yang ada.

“Saya mengetahui semua. Mereka melakukan aksi dan lain sebagainya sebelumnya mereka koordinasi dengan kami dan kami tahu,” ucapnya.

Loading...
;

“Dari proses peradilan saja sudah tidak adil. Lalu bagiman kita mau mencari keadilan. Mereka itu disidangkn untuk mencari keadilan. Orang disidangkan, sidang digelar untuk mencari keadilan seadil-adilnya sehingga JPU harus objektif memberikan tuntutan dari segala macam aspek,” sambungnya.

Rumbarar menilai cara JPU sangat subjektif, mereka tidak objektif dalam mengambil keputusan, sampai membuat tujuh tahanan politik Papua menerima tuntutan hukuman yang sangat tidak adil.

https://jubi.co.id/pengacara-7-tapol-papua-di-kaltim-kami-siap-lawan-tiap-poin-makar/

“Subjektif yang dimaksud JPU tidak melihat dari aspek lain, teman-teman mahasiswa bergerak justru membuat Papua ini aman. Kalau teman-teman mahasiswa tidak bergerak dan kalau aksi kemarin murni didorong oleh masyawakat awam, siapa yang mau kontrol. Kita lihat saja di Amerika, negara adidaya yang kita belajar dari mereka demokrassi dan segala macam hari ini, semua orang mengecam rasisme,” katanya.

Rumbarar mengatakan apabila tidak ada kontrol dari mahasiswa bisa sangat fatal bagi masyarkat yang melakukan aksi demonstrasi.

“Sangat tidak bisa kontrol apabila mereka turun dengan masa yang banyak. Sampai di Entrop ada kesengajaan untuk membuat situasi kacau dan hampir saja terjadi konflik yang tidak diinginkan,” katanya.

Tim Kuasa Hukum tujuh Tapol telah membacakan puluhan lembar halaman berisi pembelaan dalam persidangan dengan agenda pledoi Irwanus Uropmabin dan Buchtar Tabuni yang digelar secara online pada Selasa (9/6/2020).

“Kami mengajukan argumentasi untuk meng-counter (melawan) apa yang menjadi tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum,” kata Koordinator Tim Kuasa Hukum tujuh Tapol Papua, Latifah Anum Siregar, Selasa (9/6/2020) siang.

Katanya, dengan berdasarkan berbagai bukti, fakta persidangan yang ada, termasuk keterangan saksi ahli, bukti surat, dan petunjuk pihaknya tetap berargumentasi bahwa kliennya tidak bersalah.

Persidangan tapol Papua di Kaltim dengan agenda pembacaan pledoi kembali akan digelar dalam pekan ini. Pledoi Hengki Hilapok, Alexander Gobay, dan Steven Itlay dibacakan pada 11 Juni 2020, dan pledoi Fery Kombo bersama Agus Kossay dibacakan pada 12 Juni 2020. (*)

Editor: Dewi Wulandari

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top