Follow our news chanel

Previous
Next

Puskesmas di daerah ini sudah dilengkapi rapid test tapi minim APD

Ilustrasi, Corona - sehatq.com
Puskesmas di daerah ini sudah dilengkapi rapid test tapi minim APD 1 i Papua
Ilustrasi, Corona – sehatq.com

Namun Puskesmas yang ada masih terkendala dengan minimnya alat pelindung diri yang digunakan para tenaga medis.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Surabaya, Jubi – Pusat kesehatan masyarakat di Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur sudah dilengkapi alat rapid test atau tes cepat untuk mengukur antibodi pada tubuh seseorang apakah terinfeksi virus corona atau Covid-19. Namun Puskesmas yang ada masih terkendala dengan minimnya alat pelindung diri yang digunakan para tenaga medis.

“Mengingat jumlah alat pelindung diri (APD) yang terbatas, maka mereka dikumpulkan di Puskesmas di udara terbuka. Mereka diambil darahnya untuk dilakukan pemeriksaan,” kata Koordinator Protokol Kesehatan, Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya, Febria Rachmanita, Rabu, (14/2020).

Baca juga : Papua menunggu kedatangan ribuan rapid test Covid-19

Papua butuh lima ribu rapid test dan APD

Hasil rapid test negatif bukan jaminan bebas virus Korona

Loading...
;

Adapun beberapa Puskesmas yang sudah melakukan rapid test pada Selasa (31/3) meliputi Puskesmas Tanjungsari, Manukan Kulon, Asemrowo, Sememi, Benowo, Jeruk, Made, Peneleh, Kedungdoro, Tembok Dukuh, Tambakrejo, dan Perak Timur.

“Rapid tes tersebut baru bisa dilakukan di beberapa Puskesmas, sambil menyesuaikan kesiapan dan keadaan pasien orang dalam pantauan dan pasien dalam pengawasan,” kata Febria menambahkan.

Febria yang juga Kepala Dinas Kesehatan Surabaya memastikan bahwa rapid test itu memprioritaskan sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan pasien ODP serta pasein PDP. Sesuai data, petugas kesehatan sekitar 400 orang, kemudian 150 pasien ODP dan kurang lebih sekitar 29 pasien PDP.

“Itu yang harus diperiksa. Sebagian pasien PDP sudah dilakukan rapid tes. Jadi yang ini lanjutannya,” kata Febria menjelaskan.

Ia juga menjelaskan Kota Surabaya mendapatkan sebanyak 620 alat rapid test dari Kementerian Kesehatan. Alat tersebut didistribusikan ke sejumlah Puskesmas se-Kota Surabaya untuk diujian di  wilayah masing-masing.

Febria juga memastikan tingkat keamanan pasien sudah diatur sedemikian rupa, mulai jaga jarak antar pasien 1,5 meter, antrean di ruang terbuka, sampai mekanisme ketepatan jam untuk pasien agar terhindar penularan pasien satu dengan yang lain.

“Tidak dikumpulkan jadi satu untuk menghindari penularan. Makanya, selain berjarak mereka juga diletakkan di ruang terbuka, misalnya puskesmas punya teras, nah pasiennya di situ,” katanya.

Pemeriksaan pasien ini tidak perlu menunggu lama sebab hasilnya akan diketahui langsung pada hari yang sama sekitar 1-2 jam seusai melakukan tes.

Tercatat hasil rapid test juga dilakukan di RSUD Soewandhie dan RSUD Bhakti Dharma Husada (BDH) pada Minggu (29/3/2020) menunjukan total 66 orang yang dilakukan rapid test, hasilnya negatif semua. (*)

Editor : Edi Faisol

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top