Follow our news chanel

Previous
Next

Puskesmas Oransbari Papua Barat ditutup akibat sejumlah Nakes positif korona

papua, pilkada, covid 19
Ilustrasi pandemi Covid-19 - Pexels.com.

Papua No.1 News Portal | Jubi

Mansel, Jubi – Kepala Puskesmas Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan (Mansel), Papua Barat, Giman, menutup pelayanan puskesmas setelah sejumlah tenaga kesehatan (Nakes) di Puskesmas tersebut terkonfirmasi positif korona.

Dalam surat pemberitahuan resmi yang dikeluarkan tertanggal 22 September 2020, Giman menginformasikan, puskesmas Oransbari tutup pelayanan selama dua hari (22 – 24) September untuk proses sterilisasi.

“Layanan puskesmas ditutup sementara untuk disemprot disinfektan. Warga Oransbari diarahkan untuk berobat di puskesmas Masabui distrik Oransbari,” ujarnya.

Berbeda dengan di Oransabri, Kepala Puskesmas Prafi, Kabupaten Manokwari, Dewi Ukurob, mengatakan bahwa hingga saat ini pelayanan di puskesmas Prafi berjalan normal, namun dibatasi waktunya.

“Puskesmas Prafi masih buka pelayanan, namun waktunya yang dibatasi. Saya masih evaluasi, jika ada lonjakan kasus di Prafi maka saya harus proteksi staf saya,”kata Dewi.

Laporan juru bicara Gugus tugas Covid-19 Papua Barat, dr.Arnold Tiniap, menyebutkan jumlah kasus positif di Papua Barat per hari ini sebanyak 1.587 kasus. Untuk kabupaten Mansel total 9 kasus (tambahan 3 hari ini) , kabupaten Manokwari total 267 kasus (tambahan 31 hari ini).

“Ada pun tambahan kontak erat sebanyak 270 orang, tersebar di Raja Ampat 211 orang, Manokwari 48 orang, Mansel 5 orang, Bintuni 4 orang dan Fakfak 2 orang,” ujar Tiniap.

Loading...
;

Dilansir dari liputan6.com, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Perorongan, Jumat (18/9/2020) mengatakan, setidaknya dibutuhkan dua dokter spesialis paru yang akan ditempatkan di Manokwari dan Sorong. Sampai saat ini proses perekrutan masih berlangsung.

Perekrutan dokter spesialis di Papua Barat sudah dibuka sejak April 2020. Selain spesialis paru, perekrutan juga dibuka untuk spesialis anestesi, spesialis radiologi, serta spesialis patologi klinik masing-masing satu orang.

“Ada dua yang baru kita dapat yang spesialis penyakit dalam. Kita masih butuh paling tidak spesialis paru dan patologi,” ucap Otto.

Seiring meningkatnya grafik kasus Covid-19 di Papua Barat, sebut Otto, Papua Barat masih membutuhkan tambahan tenaga medis. Saat ini sudah lebih dari tenaga kesehatan yang terlibat dalam penanganan Covid-19.

“Dengan peningkatan kasus ini, kita akan antisipasi ke depan. Saya kira, tenaga medis kita sekarang ini sudah mulai kewalahan,” ujarnya lagi.

Terkait perekrutan spesialis paru yang hingga saat ini belum diperoleh Pemprov Papua Barat telah menaikan honor. Semula honor bagi dokter spesialis di daerah itu ditetapkan sebesar Rp50 juta per orang per bulan, kini sudah dinaikkan menjadi Rp70 juta.

“Kami masih membuka penerimaan untuk beberapa dokter spesialis tadi, terutama paru. Perekrutan ini dikoordinir sama dokter Ade Ismawan, beliau Ketua IDI Manokwari sekaligus staf di RSU Papua Barat,” katanya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top