Follow our news chanel

Previous
Next

Putus penyebaran virus corona, MRP imbau OAP berdoa, puasa, dan jaga jarak aman

Pimpinan dan anggota MRP bersama tim medis dari Laboratorium Kesehatan Daerah [LABKESDA] Papua berdoa sesaat sebelum melakukan pengambilan sampel darah untuk Rapid Diagnose Test, Kamis [23/4/2020] di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua – Dok MRP untuk Jubi

Putus penyebaran virus corona, MRP imbau OAP berdoa, puasa, dan jaga jarak aman 1 i Papua
Pimpinan dan anggota MRP bersama tim medis dari Laboratorium Kesehatan Daerah [LABKESDA] Papua berdoa sesaat sebelum melakukan pengambilan sampel darah untuk Rapid Diagnose Test, Kamis [23/4/2020] di Kotaraja, Kota Jayapura, Papua – Dok MRP untuk Jubi
Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Ketua Majelis Rakyat Papua mengimbau kepada seluruh masyarakat khususnya orang asli Papua untuk mematuhi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah daerah maupun pusat dalam rangka mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus corona. Dari total 131 kasus pasien positif Covid-19 per data kemarin, sebanyak 4 persen di antaranya merupakan orang asli Papua.

Ketua MRP, Timotius Murib, mengingatkan bahwa semua orang dapat terjangkit virus corona tanpa memandang ras, agama, kelas sosial-ekonomi, maupun jenis kelamin dan usia.

“Siapa saja bisa sakit Covid-19, termasuk orang asli Papua. Tim medis juga sudah sebut ada orang asli Papua dari antara pasien Covid-19 yang sedang dirawat di sini [Papua], jadi, saya minta semua harus patuhi imbauan dari pemerintah,” katanya kepada Jubi melalui sambungan teleponnya, Jumat [24/4/2020].

Data info grafis Satgas Covid-19 Pemerintah Provinsi Papua [https://covid19.papua.go.id/], tentang proporsi kasus Covid-19 berdasarkan Papua dan non-Papua, per 21 April 2020, menginformasikan dari total 119 kasus pasien positif Covid-19, 4 persennya merupakan orang asli Papua. Sementara 96 persennya adalah non-OAP.

Per Kamis [23/4/2020], jumlah pasien positif Covid-19 di Papua terus bertambah hingga menjadi 131 kasus. Jumlah kasus terbanyak tersebar di Mimika [41], Kota Jayapura [35], Kabupaten Jayapura [25], Merauke [9], Keerom [8], Sarmi [4], Nabire [3], Jayawijaya [2], Biak [2], Mamberamo Tengah dan Boven Digoel masing-masing satu kasus.

Melihat ancaman penyebaran virus corona yang kian menyebar luas, pimpinan dan anggota Majelis Rakyat Papua telah memutuskan untuk melakukan sejumlah rencana aksi, salah satunya dengan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke semua wilayah adat di Papua.

Loading...
;

“Melalui kunker itu, kita harus sosialisasi, bangun kesadaran masyarakat asli Papua tentang virus corona yang berbahaya ini. Intinya, kita jangan takut, tapi harus mengerti cara penularannya dan bagaimana cara pencegahannya. Itu yang mau kita sosialisasikan,” ujar Murib.

Berikut ini adalah imbauan yang disampaikan MRP bagi seluruh masyarakat orang asli Papua, “Semua harus berdoa dan berpuasa; jaga jarak aman, tidak melakukan kontak fisik dengan orang lain dari luar daerah untuk sementara waktu.”

Murib juga menyarankan kepada masyarakat yang sekiranya memiliki riwayat kontak fisik dengan pasien positif Covid-19, maupun pasien dalam pengawasan, dan yang habis berpergian ke daerah terjangkit Covid-19, agar segera melaporkan dirinya ke tim medis melalui call centre: 1500671. [*]

Editor: Dewi Wulandari

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top