Previous
Next
HARI
JAM
MENIT
DETIK

MENUJU PON PAPUA 2020

Putusan sela hakim gugurkan praperadilan terhadap Polsek Biak Timur

Orangtua Frits Felix Warnares (kanan) saat menghadiri sidang praperadilan – Jubi. Dok LBH Kyadwun.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Putusan sela hakim Pengadilan Negeri Biak, Kabupaten Biak Numfor, Papua akhirnya menggugurkan permohonan praperadilan terhadap Polsek Biak Timur dalam sidang yang berlangsung, Jumat (28/11/2019).

Permohonan praperadilan diajukan terdakwa kasus pencurian, Frits Felix Warnares (21) dan keluarga karena menilai proses penangkapan penahanan dan penyidikan oleh polisi dilakukan tak prosedural.

Kuasa hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kyadwun Gereja Kristen Injili (GKI) Klasis Biak Selatan, Imanuel Rumayom mengatakan hakim tunggal Muslim M Ash Shiddiqi memutuskan permohonan praperadilan tersebut gugur karena pokok perkara telah disidangkan.

“Permohonan praperadilan ini digugurkan tanpa ada pembuktian lebih lanjut. Padahal kami sudah menyiapkan argumentasi kami dan sejumlah bukti pelanggaran prosedural yang dilakukan oleh¬† penyidik Polsek Biak Timur,” kata Imanuel Rumayon kepada Jubi melalui telepon selulernya usai sidang.

Sejak awal pihak keluarga dan kuasa hukum menduga permohonan praperadilan tersebut akan dinyatakan gugur. Dugaan itu muncul karena proses penanganan kasus dan penyerahan tersangka dari kepolisian ke Kejaksaan begitu cepat.

Akan tetapi pihak pemohon menginginkan praperadilan tersebut setidaknya menjadi koreksi terhadap kinerja polisi di Papua. Terutama penyidik yang dinilai bekerja tidak sesuai mekanisme undang-undang.

Loading...
;

“Ini juga menjadi pembelajaran bagi masyarakat awam bahwa kepolisian bisa digugat, ketika melanggar prosedur pada saat penangkapan, penahanan dan lainnya,” ujar Rumayom.

Sementara itu, Andarias Warnares ayah terdakwa Frits Felix Warnares mengatakan setelah permohonan praperadilan dinyatakan gugur, pihaknya berencana menempuh cara lain.

“Kami keluarga akan mengadu ke Komisi Polisi Nasional, Ombudsman RI dan Komnas HAM,” kata Andarias Warnares.

Menurutnya, langkah yang akan diambil pihainya tersebut merupakan bagian dari upaya mengoreksi kinerja kepolisian. Upaya itu dilakukan karena diduga polisi tak prosedural saat dalam melaksanakan tugasnya. (*)

Editor: Edho Sinaga

Baca juga artikel lainnya dari

Loading...
;

Berita terkait

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Trending today

Ads

Terkini

Foto

Rekomendasi

Follow Us

Instagram (jubicoid)

Scroll to Top