Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

PWNU Papua imbau umat waspada dan berdoa hadapi wabah Covid-19

Ketua PWNU Papua saat foto bersama anak-anak Papua memakai pakaian adat. - Jubi/Ramah
PWNU Papua imbau umat waspada dan berdoa hadapi wabah Covid-19 1 i Papua
Ketua PWNU Papua saat foto bersama anak-anak Papua. – Jubi/Ramah

Papua No. 1 News Portal | Jubi

Jayapura, Jubi – Pemerintah telah memperpanjang darurat nasional virus corona sampai 29 Mei 2020. Sementara pada April-Mei, umat Islam akan menjalani ibadah puasa Ramadan dan merayakan Idulfitri 1441 Hijriyah.

Menanggapi hal itu, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Papua, Toni V.M Wanggai, mengatakan penambahan status darurat corona karena Covid-19 sudah ditetapkan sebagai pendemi oleh WHO.

PWNU Papua imbau umat waspada dan berdoa hadapi wabah Covid-19 2 i Papua

“Umat Islam harus lebih banyak berdoa. Mudah-mudahan di dalam bulan Ramadan, doa-doa kita bisa dikabulkan oleh Allah supaya diberikan kesembuhan kepada orang yang sakit dan juga dihilangkan virus corona ini,” ujar Wanggai saat dihubungi Jubi melalui telepon, Rabu (18/3/2020).

Menurut Wanggai, pemerintah sudah melakukan langkah-langkah antisipasi pencegahan Covid-19. “Waspada dan menjaga diri supaya tidak tertular sesuai anjuran pemerintah. Semoga virus corona ini tidak meluas.”

Terkait Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi wabah Covid-19, dikatakan Wanggai, umat Islam di Kota Jayapura harus taat dan mendukung sebagai upaya melindungi diri.

Fatwa MUI tersebut di antaranya dalam kondisi penyebaran Covid-19 tidak terkendali di suatu kawasan yang mengancam jiwa, umat Islam tidak boleh menyelenggarakan salat Jumat, sampai keadaan normal kembali dan wajib menggantinya dengan salat Zuhur di tempat masing-masing.

Loading...
;

Lalu, tidak boleh menyelenggarakan aktivitas ibadah yang melibatkan orang banyak dan diyakini dapat menjadi media penyebaran Covid-19, seperti berjemaah salat lima waktu/rawatib, tarawih, dan id di masjid atau tempat umum lainnya, atau tidak menghadiri pengajian umum dan majelis taklim.

Sedangkan dalam kondisi penyebaran Covid-19 terkendali, umat Islam wajib menyelenggarakan salat Jumat, lima waktu, tarawih, dan id di masjid

“Fatwa MUI saya pikir baik, karena MUI sudah melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan sudah melakukan kajian-kajian secara profesional. Intinya, perbanyak doa karena doa adalah senjata umat Islam. Ujian ini ada supaya kita harus lebih banyak mendekatkan diri kepada Allah,” ujar Wanggai.

Wanggai menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang sudah mengambil kebijakan dengan meliburkan ASN dan anak-anak sekolah, sebagai langkah antisipasi penyebaran Covid-19.

“Sekarang tinggal kesadaran dari masyarakat untuk menjaga diri sehingga tidak terkena virus corona,” jelas Wanggai.

Wali Kota Jayapura, Benhur Tomi Mano, mengimbau kepada masyarakat supaya tidak takut atau panik dan tetap menjaga kesehatan, karena Pemerintah Kota Jayapura telah mengupayakan yang terbaik untuk kesehatan masyarakat.

“Masyarakat Kota Jayapura adalah orang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, maka lakukan seruan doa dan puasa pribadi di keluarga dan tempat ibadah, agar terhindar dari bahaya virus corona yang menantang kehidupan manusia,” ujar Tomi Mano. (*)

 

Editor: Kristianto Galuwo

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top