Follow our telegram news chanel

Previous
Next
Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Rabu ini, korban banjir bandang akan dimakamkan secara massal

Tampak kuburan massal yang telah disiapkan oleh Pemprov Papua yang diperuntukkan kepada jenazah para korban banjir bandang yang hingga kini belum dapat diidentifikasi oleh pihak DVI Polda Papua di RS Bhayangkara - Jubi/Engel Wally.
Rabu ini, korban banjir bandang akan dimakamkan secara massal 1 i Papua
Tampak kuburan massal yang telah disiapkan oleh Pemprov Papua yang diperuntukkan kepada jenazah para korban banjir bandang yang hingga kini belum dapat diidentifikasi oleh pihak DVI Polda Papua di RS Bhayangkara – Jubi/Engel Wally.

Papua No. 1 News Portal | Jubi

 Jayapura, Jubi – Wacana pelaksanaan pemakaman massal yang sempat ditawarkan oleh Wakil Gubernur Papua Klmen Tinal untuk korban banjir bandang yang menerjang Kota Sentani, Kabupaten Jayapura pada Sabtu (16/3/2019) lalu, segera dilaksanakan.

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara, AKBP dr. Hery mengatakan, pemakaman massal dijadwalkan berlangsung pada Rabu (27/3/2019) mendatang. Namun untuk teknis pelaksanaan, pihaknya menunggu instruksi dari Pemerintah Provinsi.

“Sepertinya penguburan massal tersebut nanti hari Rabu, tapi itu juga kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pihak pemerintah,” kata dr. Hery kepada wartawan, Senin (25/3/2019) malam di RS Bhayangkara.

Dikatakan dr. Hery, jenazah yang akan dikubur secara massal adalah jenazah yang saat ini masih berada di ruang jenazah RS Bhayangkara dan belum berhasil diidentifikasi.

“Hingga saat ini masih ada 19 jenazah yang masih berada di kamar jenazah. 19 jenazah tersebut sudah memiliki data-data berupa data primer yaitu struktur gigi dan sidik jari. Sedangkan data Sekunder berupa properti yang digunakan. Namun hingga kini kami masih kesulitan mengidentifikasi jenzah tersebut karena data pendukungnya belum ada,” ujarnya.

Data pendukung tersebut menurut dr. Hery adalah DNA pembanding dari keluarga korban. Untuk itu, dirinya berharap kepada warga Kota Sentani yang belum menemukan anggota keluarga, bisa melaporkan ciri-ciri dari keluarga kepada tim Ante mortem-DVI Polda Papua.

Loading...
;

“Tapi 19 jenzah tersebut DNA sedang diperiksa. Jadi kalau dikemudian hari setelah pemakaman massal ada keluarga korban yang datang untuk melapor dan mau diambil empel darahnya, bisa kami lakukan untuk mencookkan data DNA dari jenazah yang sudah dimakamkan. Kalau cocok, maka akan kami keluarkan surat kematian dan hak warisnya kepada keluarga korban tersebut,” katanya.

Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Papua, Kombes AM. Kamal mengatakan, hingga kini tim gabungan masih melakukan pencarian korban yang hilang akibat banjir bandang yang terjadi di Jayapura.

“Sesuai data dari  Atemortem-DVI Polda Papua di RS Bhayangkara masih ada 166 jiwa yang dinyatakan hilang. Ini laporan masyarakat yang masuk ke kami. Semoga proses pencarian tersebut membahkan hasil,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat menunda pemakaman massal puluhan jenazah korban banjir bandang yang rencananya akan dilakukan pada Rabu (20/3/2019). Penundaan ini dilakukan atas permintaan keluarga korban yang masih berharap jenazah kerabat dan keluarga bisa diidentifikasi.

“Kami berikan kesempatan bagi para keluarga korban yang sampai hari ini belum menemukan anggota keluarganya untuk melapor ke pihak Rumah Sakit Bhayangkara,” kata Enembe, di Jayapura belum lama ini. (*)

Editor       : Edho Sinaga

Klik banner di atas untuk mengetahui isi pengumuman

Baca Juga

Berita dari Pasifik

Instagram (jubicoid)

Loading...
;

Sign up for our Newsletter

Dapatkan update berita terbaru dari Tabloid Jubi.

Klik baner di atas untuk membaca pengumuman

Trending today

Foto

Terkini

Rekomendasi

Follow Us

Scroll to Top